KediriNews.com – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Klotok, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 28 Agustus 2025, diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh para pendaki. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan alam.
“Kami menduga kebakaran ini disebabkan oleh puntung rokok yang tidak dimatikan dengan benar,” ujar Kepala Desa Mojoroto, Sutrisno, dalam wawancara dengan media lokal. “Bahkan, beberapa warga mengatakan melihat ada seseorang yang membuang rokok di area yang sangat rentan terbakar.”
Api yang muncul pertama kali di bagian lereng Gunung Klotok segera menyebar karena angin kencang dan kondisi tanah yang kering. Menurut laporan petugas pemadam kebakaran setempat, luas area yang terbakar mencapai sekitar 10 hektar. Meski upaya pemadaman dilakukan secara cepat, api tetap sulit dikendalikan akibat medan yang curam dan minimnya akses air.
- Penyebab Kebakaran yang Diperkirakan
- Diduga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan.
- Warga menyebut ada pendaki yang meninggalkan sisa rokok di area hutan.
-
Kondisi cuaca kering dan angin kencang memperparah penyebaran api.
-
Upaya Pemadaman dan Kesulitan yang Dihadapi
- Petugas pemadam kebakaran berupaya keras untuk memadamkan api.
- Keterbatasan peralatan dan akses jalan menyulitkan operasi pemadaman.
-
Warga setempat membantu dengan alat seadanya seperti selang dan ember air.
-
Dampak terhadap Lingkungan dan Masyarakat
- Kebakaran merusak ekosistem hutan dan mengancam satwa liar.
- Masyarakat khawatir kebakaran akan berulang jika tidak ada tindakan pencegahan.
-
Desa sekitar harus waspada agar api tidak merembet ke permukiman.
-
Pesan dari Tokoh Setempat
- Kepala Desa Mojoroto mengingatkan warga untuk lebih waspada.
- Ia menyarankan penggunaan alat pemadam api portabel saat beraktivitas di hutan.
-
Pengelolaan sampah dan pembuangan puntung rokok harus diperhatikan.
-
Langkah Pencegahan yang Disarankan
- Edukasi kepada pendaki tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
- Penempatan tempat sampah dan tempat membuang puntung rokok di area wisata.
- Peningkatan patroli dan pengawasan di kawasan hutan.


Sementara itu, dari data yang dirilis oleh Kementerian Kehutanan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih menjadi ancaman serius. Sepanjang tahun 2025, luas area yang terbakar mencapai 8.594,5 hektare, dengan penyebab utama adalah aktivitas manusia. Faktor cuaca kering dan panas juga turut memperparah situasi tersebut.
Dalam konteks ini, kebakaran di Gunung Klotok menjadi peringatan bahwa kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sangat penting. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiharto, dalam kejadian serupa di Ponorogo, penyebab kebakaran juga diduga sama, yaitu puntung rokok yang dibuang sembarangan.
“Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menjaga kelestarian hutan,” ujarnya. “Jika kita tidak sadar, maka kejadian seperti ini bisa terulang kembali.”
Kebakaran hutan bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.





