AIR PDAM KERUH! Warga Mengeluh Air Coklat di Kecamatan Mojoroto pada 1 Desember 2025

KediriNews.com – Pada 1 Desember 2025, warga di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, kembali mengeluhkan kualitas air yang diberikan oleh PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Mereka melaporkan bahwa air yang mengalir ke rumah mereka berwarna coklat dan tidak layak digunakan. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat dan kinerja PDAM dalam menjaga kualitas air bersih.

“Saya sudah mencoba membersihkan air itu dengan saringan, tapi hasilnya tetap tidak memuaskan,” ujar Siti, salah satu warga setempat. “Air ini justru membuat saya khawatir karena bisa membahayakan kesehatan keluarga saya.”

Menurut pengamatan warga, masalah ini terjadi secara tiba-tiba dan belum ada penjelasan resmi dari PDAM. Beberapa orang mengatakan bahwa kondisi air keruh mulai terjadi sejak pagi hari, dan hingga sore hari masih belum membaik. Hal ini menunjukkan adanya gangguan dalam sistem distribusi air yang bisa disebabkan oleh perbaikan infrastruktur atau kebocoran pipa.

Penyebab dan Tindakan yang Dilakukan

Warga Mojoroto mengeluhkan air coklat dari PDAM

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyebab utama air keruh bisa berasal dari berbagai faktor. Salah satunya adalah perbaikan pipa jaringan distribusi air. Seperti yang dilaporkan dalam beberapa laporan sebelumnya, perbaikan infrastruktur sering kali menyebabkan kotoran dan sedimen masuk ke dalam saluran air.

Selain itu, proses pembersihan atau pembuangan air yang terkontaminasi juga bisa menjadi penyebab. Menurut solihin, petugas PDAM, proses tersebut membutuhkan waktu lama dan seringkali tidak efisien. Ia menjelaskan bahwa untuk wilayah tertentu, seperti jalur Darma, air yang telah diolah harus dikuras agar tidak tercampur kembali.

“Kadang kita perlu melakukan pembuangan di Wash Out (WO) untuk menghilangkan kotoran di pipa. Jika tidak, air akan tercemar dan sulit dibersihkan,” tambahnya.

Tanggung Jawab PDAM dan Kepedulian Warga

Warga Mojoroto meminta PDAM lebih transparan dalam memberikan informasi tentang penyebab air keruh. Mereka juga menuntut agar perusahaan daerah ini segera memperbaiki sistem distribusi air agar tidak terjadi lagi masalah serupa.

“Kami harap PDAM bisa lebih proaktif dalam menangani masalah ini. Kami tidak ingin terus-terusan menghadapi situasi seperti ini,” ujar Hadi, seorang warga lainnya.

Dalam konteks yang lebih luas, isu kualitas air bersih di Indonesia sering kali menjadi sorotan publik. Banyak warga mengeluhkan air yang tidak layak konsumsi akibat kurangnya pengawasan dan perawatan infrastruktur. Sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Mojoroto, masalah ini tidak hanya sekali terjadi, tetapi seringkali berulang.

Upaya Perbaikan dan Solusi Jangka Panjang

Komisi C DPRD Kota Kediri pernah meninjau wilayah Wonosari, Kelurahan Bujel, pada 2022, yang juga mengalami pencemaran air tanah. Saat itu, warga mengeluhkan air yang terkontaminasi logam besi dan manganese. Dalam sidak tersebut, warga menyarankan pemasangan jaringan PDAM sebagai solusi jangka panjang.

Pihak PDAM Kota Kediri saat itu telah merespons dengan memasang jaringan air PDAM di beberapa titik. Namun, anggaran yang terbatas membuat pemasangan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh. Hingga saat ini, hanya sekitar 30 rumah yang mendapat akses air PDAM.

Rekomendasi untuk Masa Depan

Untuk mencegah terulangnya masalah serupa, diperlukan langkah-langkah strategis dari PDAM dan pemerintah setempat. Berikut beberapa rekomendasi:

  1. Peningkatan pengawasan berkala

    PDAM harus melakukan inspeksi rutin terhadap sistem distribusi air, termasuk pipa jaringan dan titik-titik pengolahan air.

  2. Penyuluhan kepada masyarakat

    Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang cara mengatasi air keruh sementara dan pentingnya menjaga kualitas air.

  3. Peningkatan anggaran untuk perbaikan infrastruktur

    Pemerintah perlu alokasikan dana yang cukup untuk memperbaiki jaringan air dan memastikan semua warga memiliki akses air bersih.

  4. Transparansi komunikasi

    PDAM harus lebih responsif dalam memberikan informasi kepada pelanggan ketika terjadi gangguan, sehingga warga tidak merasa dibiarkan dalam kegelapan.

Kesimpulan

Masalah air PDAM keruh di Kecamatan Mojoroto pada 1 Desember 2025 menunjukkan bahwa kualitas air bersih masih menjadi tantangan serius di banyak daerah. Warga membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar dari PDAM dan pemerintah dalam menjaga mutu air. Dengan kolaborasi antara pihak terkait dan kesadaran masyarakat, diharapkan masalah ini bisa segera terselesaikan dan tidak terulang kembali.

PDAM #AirBersih #Mojoroto #KotaKediri #KualitasAir

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *