KEBAKARAN HUTAN GUNUNG WILIS: Asap Tebal Selimuti Desa di Kecamatan Semen pada 25 Agustus 2025!

KEDIRINews.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda lereng Gunung Wilis di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada 25 Agustus 2025. Peristiwa ini mengakibatkan asap tebal menyebar ke sejumlah desa sekitar, memicu kekhawatiran masyarakat akan kesehatan dan keselamatan. Petugas gabungan terus berupaya memadamkan api yang merembet dari titik awalnya.

“Kami mendapatkan laporan pertama tentang kebakaran ini sekitar pukul 09.00 pagi. Saat itu, asap sudah mulai terlihat dari jarak jauh,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stevanus Djoko Sukrisno. Ia menambahkan bahwa kebakaran tersebut terjadi di petak 158 Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Sambiroto. “Petugas gabungan langsung turun tangan, bersama warga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), untuk memadamkan api secepat mungkin.”

  1. Titik Terbakar dan Upaya Pemadaman
    Titik karhutla tersebut membakar lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi. Dalam pernyataannya, Stevanus menyebutkan bahwa area yang terbakar terdiri dari hutan yang ditumbuhi tanaman pinus dan ilalang. Meski begitu, penyebab pasti dari kebakaran masih dalam penyelidikan. “Kami belum bisa memastikan apakah kebakaran ini disebabkan oleh faktor alami atau manusia,” ujarnya.

Petugas gabungan terus melakukan pemadaman dengan berbagai metode, termasuk pembuatan ilaran untuk mencegah perluasan api. “Proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena medan yang sulit dan minimnya akses air,” tambahnya.

  1. Dampak terhadap Masyarakat dan Lingkungan
    Kebakaran ini tidak hanya mengancam lingkungan tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat sekitar. Asap tebal yang menyebar membuat beberapa desa mengalami penurunan visibilitas dan kualitas udara. Beberapa warga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat paparan asap.

“Saya harus menutup jendela rumah saya agar tidak terlalu banyak debu masuk. Anak-anak juga jadi sulit bernapas,” keluh salah satu warga setempat. Hal ini memperkuat kekhawatiran akan dampak kesehatan jangka panjang dari kebakaran hutan.

  1. Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat
    Stevanus juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga lingkungan. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok di lahan yang kering,” katanya. Ia menegaskan bahwa kebakaran hutan sering kali dipicu oleh kesalahan perilaku manusia.

“Ini bukan kejadian pertama. Sudah lima kali terjadi karhutla di kawasan Gunung Wilis. Kami berharap masyarakat dapat belajar dari kejadian ini dan lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” lanjutnya.

Petugas pemadam kebakaran sedang bekerja di tengah hutan yang terbakar

  1. Upaya Pemerintah dan Mitra dalam Penanggulangan Karhutla
    Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan, pemerintah dan mitra kerja seperti BPBD Jawa Timur, BMKG, dan BNPB telah meningkatkan upaya pencegahan. Menurut data BPBD Jawa Timur, luas area yang terdampak Karhutla di wilayah ini mencapai 102,5 hektare antara Mei hingga Juli 2024.

“Meskipun luas area yang terbakar lebih kecil dibanding tahun lalu, kita tetap harus waspada. Musim kemarau yang pendek dan ketersediaan air yang baik membantu dalam pemadaman, tetapi kami tetap siap dengan langkah-langkah darurat jika diperlukan,” ujar Gatot Soebroto, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur.

Petugas BPBD dan masyarakat sedang melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan

  1. Tantangan dan Langkah Ke depan
    Meski ada kemajuan dalam pengendalian Karhutla, tantangan tetap ada. Medan yang sulit, keterbatasan sumber daya, dan kesadaran masyarakat yang masih rendah menjadi hambatan utama. Untuk itu, pemerintah dan lembaga terkait terus memperkuat program sosialisasi dan edukasi masyarakat.

“Kami berharap dengan edukasi yang intensif, masyarakat akan lebih memahami risiko dari kebakaran hutan dan ikut berkontribusi dalam pencegahan,” imbuh Adhy Karyono, Penjabat Gubernur Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

#GunungWilis #KebakaranHutan #Karhutla #Kediri #JawaTimur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *