KediriNews.com – Pada Jumat, 5 Desember 2025, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Masjid Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Saat jemaah tengah melaksanakan shalat Jumat, tiba-tiba terdengar suara lagu dangdut yang mengganggu suasana khusyuk. Kejadian ini memicu perbincangan hangat di kalangan warga dan pengurus masjid.
“Saya tidak menyangka akan ada lagu dangdut saat shalat Jumat. Ini sangat mengganggu,” ujar salah satu jamaah yang hadir. Ia menilai bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan etika dan kesopanan dalam beribadah. Namun, beberapa pihak lainnya menyatakan bahwa kejadian ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya pengawasan terhadap alat elektronik di lingkungan ibadah.
Dalam kutipan dari sumber berita tvOnenews.com, ditegaskan bahwa mematikan handphone saat shalat tidak akan membatalkan shalat, selama gerakan yang dilakukan tidak terlalu banyak atau tidak terkesan sia-sia. Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa jika ada hal yang mengganggu konsentrasi shalat, maka boleh dilakukan tindakan untuk menghilangkan gangguan tersebut, seperti mematikan hp yang berbunyi.
“Kalau sesuatu yang mengganggu kekhusyukan, di dalam hadits kata Nabi SAW, kalau seseorang di antara kalian sedang beringus atau tertahan lendir di tenggorokannya maka dia boleh mengeluarkannya ke arah kiri tubuhnya agar tidak terganggu konsentrasi shalat,” jelas Ustaz Khalid Basalamah.

Penyebab dan Tanggapan

Menurut laporan yang diterima, penyebab utama kejadian ini adalah adanya seseorang yang lupa mematikan mode getar atau silent pada ponselnya. Saat itu, mungkin ada panggilan masuk atau pesan yang membuat hp berbunyi. Hal ini tentu saja tidak disengaja, tetapi tetap saja mengganggu prosesi shalat.
Pihak pengurus masjid segera menangani situasi ini dengan cara mengingatkan para jamaah untuk lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik selama shalat. “Kami meminta kepada seluruh jamaah untuk memastikan bahwa hp mereka dalam mode diam atau tidak terdengar,” ujar ketua pengurus masjid.
Beberapa jamaah juga memberi masukan agar pengurus masjid melakukan sosialisasi lebih lanjut tentang aturan penggunaan ponsel selama ibadah. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Reaksi Masyarakat
Reaksi masyarakat terhadap kejadian ini cukup beragam. Sebagian besar menganggap hal ini sebagai kesalahan yang bisa dihindari dengan lebih hati-hati. Namun, ada juga yang merasa bahwa kejadian ini mencerminkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap norma-norma keagamaan.
“Kita harus lebih sadar bahwa shalat adalah waktu untuk berkonsentrasi dan berdoa. Tidak seharusnya ada gangguan seperti itu,” komentar seorang tokoh masyarakat setempat.
Di sisi lain, beberapa orang juga menyampaikan bahwa kejadian ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesopanan dan kekhusyukan dalam beribadah. Terlebih lagi, masjid adalah tempat yang sakral dan harus dihormati.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pengurus masjid berencana mengadakan sosialisasi secara rutin kepada jamaah. Selain itu, mereka juga akan memasang poster di sekitar masjid yang berisi himbauan untuk mematikan ponsel atau mengubahnya ke mode diam selama shalat.
Selain itu, pengurus juga akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan alat elektronik di area masjid. Dengan demikian, harapannya, kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi.
Kesimpulan
Peristiwa HP bunyi saat shalat Jumat di Masjid Kecamatan Pare menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jamaah. Meskipun kejadian ini tidak disengaja, ia menunjukkan betapa pentingnya kesadaran diri dalam menjaga kesopanan dan kekhusyukan dalam beribadah. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan.



