HUJAN BUATAN! Pesawat TNI AU Tabur Garam di Langit Kecamatan Banyakan pada 5 Desember 2025
KEDIRINews.com – Dalam upaya menghadapi ancaman banjir yang terus mengancam wilayah Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, TNI Angkatan Udara (AU) akan melakukan operasi hujan buatan pada 5 Desember 2025. Pesawat TNI AU akan menaburkan garam atau Natrium Klorida (NaCl) di langit kecamatan tersebut untuk memicu hujan dan mengurangi risiko banjir akibat curah hujan tinggi.
Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana yang dicanangkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dikutip dari laporan BMKG, suhu rata-rata di Indonesia pada tahun 2025 diprediksi lebih hangat dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir. Hal ini berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur.
“Suhu udara permukaan rata-rata bulanan di wilayah Indonesia mulai dari Januari sampai dengan Desember 2025 diprediksi akan mengalami anomali berkisar antara +0,3 sampai dengan +0,6 °C,” jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam Konferensi Pers: Climate Outlook 2025 secara daring pada Senin (4/11/2024).
Menanggapi prediksi tersebut, TNI AU melalui operasi hujan buatan akan berupaya mengoptimalkan curah hujan di wilayah rawan banjir. Operasi hujan buatan, atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), merupakan metode yang digunakan untuk memicu hujan dengan menyemai awan menggunakan bahan seperti garam atau natrium klorida.
Tujuan Operasi Hujan Buatan

Operasi hujan buatan bertujuan untuk mengurangi risiko banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi. Di Kecamatan Banyakan, sebelumnya telah terjadi banjir yang merendam puluhan rumah akibat luapan sungai Bendo Krosok. Banjir ini terjadi setelah wilayah tersebut di guyur hujan deras selama beberapa jam.
“Banjir disebabkan hujan deras, hingga debit air di sungai Bendo Krosok naik hingga meluber ke persawahan hingga pemukiman warga,” ujar Arif Ridwan, petugas BPBD Kabupaten Kediri, saat mengunjungi lokasi banjir di Desa Manyaran.
Dengan operasi hujan buatan, diharapkan curah hujan dapat terdistribusi secara merata dan tidak terlalu tinggi dalam waktu singkat. Hal ini akan membantu mencegah terjadinya banjir yang sering kali mengakibatkan kerugian materi dan jiwa.
Peran TNI AU dalam Operasi Hujan Buatan
TNI AU berperan penting dalam operasi hujan buatan karena memiliki armada pesawat yang mampu menembus awan dan menaburkan bahan semai. Saat ini, TNI AU menyediakan pesawat seperti King Air dan Cassa yang digunakan untuk penyemaian awan.
Sebelumnya, BPPT menyatakan bahwa pengadaan pesawat tambahan sangat penting untuk memaksimalkan langkah mitigasi bencana kabut asap melalui operasi hujan buatan. Namun, saat ini hanya pesawat yang dipinjamkan oleh TNI AU yang digunakan untuk operasi TMC.
“Armada pesawat memegang peranan penting dalam operasi TMC, minimal kegiatan TMC menggunakan pesawat sekelas King Air dan Cassa untuk metode penyemaian berbeda, baik flare atau semai powder,” ujar Yudi Anantasena, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT.
Pengawasan dan Evaluasi Pasca-Operasi
Setelah operasi hujan buatan dilakukan, pihak BMKG dan BPBD akan terus memantau kondisi cuaca dan curah hujan di wilayah Kecamatan Banyakan. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas operasi dan memastikan bahwa curah hujan tidak melebihi ambang batas yang berbahaya.
Selain itu, warga setempat juga diimbau untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan banjir lanjutan. Petugas BPBD akan terus melakukan assessment untuk mendata dampak banjir dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan.
Kesimpulan
Operasi hujan buatan yang dilakukan oleh TNI AU pada 5 Desember 2025 menjadi langkah penting dalam mitigasi bencana di Kecamatan Banyakan. Dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca, diharapkan curah hujan dapat terkendali dan mencegah terjadinya banjir yang merugikan masyarakat.
Meski begitu, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi cuaca dan mengikuti anjuran pemerintah setempat. Dengan kolaborasi antara TNI AU, BMKG, dan BPBD, diharapkan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat bisa tercapai.