KediriNews.com – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada pukul 01.48 WIB dini hari, Selasa, 2 Desember 2025, menyebabkan hujan abu tipis mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salah satu daerah yang terdampak adalah Kecamatan Kandangan. Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, kolom abu erupsi mencapai ketinggian sekitar 1 kilometer dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 172 detik,” kata Liswanto, petugas PGA Semeru, dalam laporan resmi ke Badan Geologi. Meski aktivitas gunung masih berada di level III atau Siaga, dampak langsung dari erupsi ini terasa di wilayah-wilayah dekat aliran Besuk Kobokan, termasuk Kecamatan Kandangan.
Wilayah Terdampak dan Kondisi Masyarakat

Hujan abu tipis yang turun di Kecamatan Kandangan menyebabkan warga mengalami gangguan pernapasan dan kekhawatiran akan kerusakan tanaman pertanian. Petugas setempat melaporkan bahwa abu vulkanik yang jatuh di permukaan tanah memengaruhi kualitas air dan tanah, sehingga dapat mengganggu produksi pertanian masyarakat setempat.
Di samping itu, beberapa rumah di sekitar aliran Besuk Kobokan juga terkena dampak abu, meskipun tidak sampai rusak parah. Warga mengaku khawatir karena kondisi cuaca yang kurang stabil dan potensi banjir lahar jika hujan deras terjadi.
Pemantauan dan Upaya Pencegahan
Badan Geologi terus memantau aktivitas Gunung Semeru untuk memastikan keselamatan masyarakat. Wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan tetap dihindari oleh warga, dengan radius keamanan hingga 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak mendekati sempadan sungai dalam jarak 500 meter karena risiko awan panas.
Selain itu, pihak BPBD dan instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi bantuan logistik kepada warga yang terdampak. Sejumlah posko pengungsian juga telah disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila aktivitas erupsi meningkat.
Reaksi dan Tindakan Warga

Warga Kecamatan Kandangan mengambil langkah-langkah pencegahan seperti menutup ventilasi rumah dan menggunakan masker saat keluar rumah. Beberapa pemilik lahan pertanian juga mulai memperhatikan kondisi tanaman mereka, terutama tanaman pangan seperti jagung dan kedelai.
Menurut salah satu petani setempat, Rudi, abu vulkanik yang jatuh bisa mengurangi hasil panen jika tidak segera dibersihkan. “Kami harap kondisi ini tidak berlangsung lama agar tidak merugikan kami secara ekonomi,” ujarnya.
Persiapan Menghadapi Potensi Bencana
Pemerintah Daerah Lumajang bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperkuat sistem peringatan dini dan evakuasi bagi warga di sekitar kawasan rawan erupsi. Selain itu, pelatihan mitigasi bencana juga rutin dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi ancaman dari Gunung Semeru.
Sementara itu, para ahli geologi memperingatkan bahwa aktivitas erupsi Semeru masih belum sepenuhnya stabil. Dengan tingkat kegempaan yang terus tercatat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Semeru pada 2 Desember 2025 telah memberikan dampak nyata, terutama di Kecamatan Kandangan. Meski tidak sampai menyebabkan korban jiwa, hujan abu tipis yang turun mengganggu kehidupan sehari-hari dan mengancam sektor pertanian. Dengan adanya pemantauan intensif dan upaya pencegahan dari pihak berwenang, diharapkan masyarakat dapat tetap aman dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar.



