Kue Pancong dengan Kelapa Parut dan Gula Pasir di Kecamatan Gurah pada 10 Desember 2025

KediriNews.com – Pada 10 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Gurah akan merayakan tradisi kuliner khas Indonesia yang telah menjadi bagian dari budaya lokal. Salah satu hidangan yang menjadi sorotan adalah kue pancong, kue tradisional yang dibuat dari campuran kelapa parut dan gula pasir. Dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang khas, kue pancong tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekayaan budaya.

Kue pancong berasal dari Jakarta, khususnya Betawi, namun kini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Di Kecamatan Gurah, kue ini sering disajikan sebagai camilan harian atau untuk acara khusus seperti pernikahan dan pesta ulang tahun. “Kue pancong itu enak, lembut, dan wangi. Saya suka rasanya yang gurih dan manis,” kata Ibu Rina, seorang ibu rumah tangga di desa setempat.

Proses pembuatan kue pancong dengan kelapa parut dan gula pasir

Resep kue pancong tergolong sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian dalam pengolahan. Bahan utamanya adalah kelapa parut, tepung beras, garam, dan santan. Gula pasir biasanya ditambahkan sesuai selera, untuk memberikan rasa manis yang seimbang. Proses pembuatannya melibatkan pencampuran bahan kering dan cair secara bertahap, lalu mengaduk hingga adonan mengental. Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam cetakan khusus yang sudah diolesi minyak agar tidak lengket.

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
1. 250 gram kelapa parut kasar
2. 150 gram tepung beras
3. ½ sdt garam
4. 1 sdm gula pasir (opsional)
5. 400 ml santan
6. Margarin secukupnya untuk olesan

Cara Membuat Kue Pancong
– Campurkan bahan kering (tepung beras, kelapa parut, garam, dan gula pasir) dalam mangkuk besar.
– Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
– Biarkan adonan mengembang selama 1 jam.
– Olesi cetakan dengan margarin tipis.
– Panaskan cetakan hingga cukup panas.
– Tuangkan adonan ke dalam cetakan, panggang dengan api kecil hingga matang.
– Angkat kue pancong dari cetakan dan sajikan selagi hangat.

Kue pancong dalam cetakan besi yang siap dipanggang

Selain resep dasar, banyak variasi kue pancong yang bisa dicoba. Misalnya, kue pancong lumer menggunakan gula merah cair sebagai olesan, atau kue pancong dengan tambahan taburan kacang tanah atau keju. Di Kecamatan Gurah, kue pancong juga sering dihidangkan dengan teh hangat atau kopi, menjadikannya pilihan sempurna untuk sarapan atau camilan sore hari.

Kue pancong juga memiliki makna budaya yang mendalam. Di beberapa daerah, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, kue ini dikenal dengan nama lain, seperti kue rangin dan gandos. Meski namanya berbeda, resep dasarnya tetap sama, menunjukkan bahwa kue pancong merupakan bagian dari warisan kuliner yang universal.

“Kami senang membuat kue pancong sendiri di rumah. Ini bukan hanya tentang makanan, tapi juga cara kita merawat tradisi,” ujar Budi, seorang pengusaha lokal di Kecamatan Gurah. Menurutnya, kue pancong menjadi penghubung antara generasi masa kini dan masa lalu, karena cara membuatnya masih dilakukan secara tradisional.

Pada 10 Desember 2025, masyarakat Gurah akan merayakan momen ini dengan berbagai kegiatan, termasuk pameran kuliner, lomba masak, dan pertunjukan budaya. Kue pancong akan menjadi salah satu menu utama yang dijual oleh para pedagang di pasar tradisional dan pusat-pusat keramaian.

Keunikan Kue Pancong di Kecamatan Gurah
– Dibuat dengan bahan-bahan lokal yang segar.
– Memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan versi lain.
– Dapat disajikan dengan berbagai variasi topping, seperti gula merah, keju, atau kacang.
– Sering digunakan sebagai hadiah atau oleh-oleh saat acara khusus.

Dengan semangat menjaga tradisi, masyarakat Gurah terus memperkenalkan kue pancong kepada generasi muda. Bahkan, banyak pelajar dan anak-anak yang mulai belajar membuat kue ini di sekolah atau di bawah bimbingan orang tua.

Tips Membuat Kue Pancong yang Lezat
1. Gunakan kelapa parut yang segar dan tidak terlalu tua.
2. Pastikan santan tidak terlalu encer agar adonan tidak terlalu cair.
3. Olesi cetakan dengan margarin secara merata agar kue tidak lengket.
4. Panggang dengan api kecil agar kue matang merata.
5. Sajikan selagi hangat untuk mendapatkan rasa yang optimal.

Kue pancong dengan kelapa parut dan gula pasir di Kecamatan Gurah pada 10 Desember 2025 tidak hanya menjadi bagian dari kuliner, tetapi juga simbol keberlanjutan budaya. Dengan mencicipi kue ini, masyarakat dan pengunjung dapat merasakan kehangatan tradisi yang terus hidup.

KuePancong #KelapaParut #GulaPasir #KecamatanGurah #TradisiKuliner

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *