KediriNews.com – Siaga Malam Tahun Baru: SLG Bakal Ditutup Total untuk Kendaraan Bermotor

Kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri akan menerapkan penutupan total kendaraan bermotor selama malam pergantian tahun 2024 menuju 2025. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelancaran perayaan tahun baru yang akan digelar di kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri, Nizam Subekti menjelaskan bahwa sterilisasi kendaraan bermotor akan dimulai pada Selasa, 31 Desember 2024 pukul 16.00 WIB. Penutupan akses akan berlangsung hingga pukul 01.00 WIB dini hari, dengan beberapa titik seperti Simpang Empat Paron dekat Gudang Bulog dan Simpang Empat Dadapan ditutup mulai pukul 18.00 WIB.

“Penutupan ini dilakukan untuk mendukung rangkaian acara pergantian tahun di kawasan SLG. Sebelumnya, kami akan menggelar apel gabungan bersama instansi terkait di belakang Posko Pengamanan di kawasan SLG sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar Nizam.

Masyarakat diimbau untuk tiba lebih awal, antara pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, agar dapat menikmati berbagai hiburan yang telah disiapkan. Hal ini bertujuan agar pengunjung tidak mengalami penumpukan kendaraan akibat penutupan akses.

Nizam juga menyampaikan bahwa beragam pertunjukan menarik akan memeriahkan malam pergantian tahun, seperti seni Jaranan, kolaborasi musik dan tari, penampilan artis lokal, serta puncak acara berupa pertunjukan kembang api spektakuler dari puncak Monumen SLG. Pengunjung juga diimbau untuk memarkir kendaraan di lokasi yang telah disediakan guna menghindari potensi pungutan liar atau gangguan lainnya.

“Kemacetan lalu lintas bisa terjadi jika pengunjung tidak mematuhi aturan. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dapat menikmati perayaan ini dengan aman dan nyaman, serta selalu waspada selama berada di lokasi,” tambah Nizam.

Selain SLG, beberapa daerah lain juga menerapkan kebijakan serupa untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas saat perayaan tahun baru. Misalnya, Pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem lajur contraflow di beberapa ruas tol utama. Rekayasa ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran arus lalu lintas, baik bagi pemudik maupun masyarakat yang melakukan perjalanan wisata dan liburan akhir tahun. Dengan kerja sama antara pemerintah dan pengguna jalan, diharapkan perjalanan selama libur Nataru dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Pos terkait