KediriNews.com – Seorang anak perempuan berusia sekitar 13 tahun berhasil ditemukan setelah terpisah dari orang tuanya saat berbelanja di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada 5 Oktober 2025. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan mengundang perhatian pihak berwajib untuk segera menindaklanjuti laporan yang masuk.
“Kami menerima laporan dari keluarga korban bahwa anaknya hilang setelah berbelanja bersama di pasar. Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, seperti dikutip dari ANTARA.
Menurut informasi yang diperoleh, anak tersebut bernama Eva Thalita Zahra. Ia dinyatakan hilang setelah tidak kembali ke rumah usai berbelanja bersama orang tuanya. Keluarga sempat mencari keberadaannya hingga akhirnya petugas kepolisian bisa menemukannya di lokasi yang dekat dengan pasar.
“Kami masih memeriksa saksi-saksi dan melihat rekaman CCTV di sekitar area pasar. Semoga saja tidak ada tindakan ilegal yang terjadi dalam kasus ini,” tambah Kombes Pol Nicolas.
Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi, seperti kisah Ervan Wahyu Anjasworo (16) yang hilang selama 11 tahun sebelum akhirnya kembali bertemu dengan keluarganya. Ervan terpisah dari orang tuanya saat masih berusia 5 tahun dan akhirnya ditemukan melalui bantuan lembaga sosial dan internet.
“Saya sangat bersyukur atas pertemuan ini. Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata ayah Ervan, Suparno, dalam sebuah wawancara.
Proses Penyelidikan dan Tindakan yang Dilakukan
Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan langkah-langkah penanganan yang cepat. Pihak kepolisian memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Salah satu tantangan utama dalam kasus ini adalah kondisi kamera pengawas (CCTV) di sekitar pasar yang rusak, sehingga tidak dapat memberikan informasi yang jelas tentang kejadian tersebut.
“Kami telah memeriksa tiga saksi, termasuk dari pihak keluarga dan pengurus masjid. Namun, informasi yang diperoleh belum cukup untuk menjelaskan kejadian secara lengkap,” ujar Kompol Murodih, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan.
Selain itu, para saksi juga belum memberikan keterangan yang bisa memperjelas keberadaan anak tersebut. Untuk itu, polisi terus mencari saksi tambahan dan memperdalam penyelidikan agar bisa mengetahui alur kejadian yang sebenarnya.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan Anak
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan anak-anak, terutama saat berada di tempat umum seperti pasar atau pusat perbelanjaan. Banyak orang tua yang kurang memperhatikan anaknya saat berbelanja, sehingga risiko kehilangan anak meningkat.
“Anak-anak mudah tergoda oleh orang asing atau terjebak dalam situasi yang tidak terduga. Oleh karena itu, orang tua harus selalu memperhatikan anak mereka,” kata AKP Sri Yatmini, Kanit Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua antara lain:
1. Memastikan anak tetap berada di dekat orang tua saat berada di tempat ramai.
2. Memberikan kesadaran kepada anak tentang pentingnya tidak mengikuti orang asing.
3. Menggunakan alat pelacak atau GPS untuk memudahkan pencarian jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kesimpulan dan Harapan
Kasus anak hilang yang terjadi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada 5 Oktober 2025, menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya keamanan anak. Meskipun kasus ini berhasil terselesaikan dengan baik, kejadian serupa bisa terjadi kembali jika tidak ada langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Polisi tetap berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini dengan secepat mungkin dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara pihak berwajib, masyarakat, dan lembaga sosial, diharapkan kejadian seperti ini bisa diminimalisir.
#AnakHilang #KasusHilang #PasarRebo #JakartaTimur #KeamananAnak
