KediriNews.com – Di tengah gempuran makanan modern dan jajanan kekinian, kota-kota kecil di Indonesia masih menyimpan tradisi yang tak tergantikan. Salah satunya adalah ampyang kacang, cemilan khas Jawa yang masih bertahan hingga saat ini. Di Kecamatan Kota, khususnya di wilayah yang menghadap ke pasar tradisional, sejumlah penjual lokal tetap memproduksi ampyang kacang dengan rasa autentik. Tidak hanya itu, pada 10 Mei 2025, warga setempat akan merayakan keunikan tersebut dengan menghadirkan varian baru: gula merah jahe hangat yang menawarkan sensasi rasa yang berbeda.
“Dulu, ampyang kacang hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional. Sekarang, meski banyak jajanan modern, kami tetap menjual ampyang kacang karena ada yang mencari rasa klasik,” ujar Sumini, salah satu penjual ampyang kacang yang telah berjualan selama lebih dari 40 tahun. Ia menambahkan, “Tapi tahun ini, kami juga akan menyediakan gula merah jahe hangat sebagai alternatif untuk para pengunjung yang ingin mencoba sesuatu yang lebih segar.”
Sejarah dan Proses Pembuatan Ampyang Kacang
Ampyang kacang merupakan camilan tradisional yang berasal dari daerah-daerah di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta. Cemilan ini dibuat dari campuran kacang tanah yang digoreng dan dilapisi adonan gula jawa. Proses pembuatannya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian agar hasilnya renyah dan tahan lama.
“Saya tidak punya resep khusus, tapi saya selalu memilih bahan-bahan berkualitas,” jelas Sumini. “Gula jawa yang saya gunakan harus benar-benar murni, dan kacangnya harus dipilih yang sudah matang dan tidak berjamur.” Proses pembuatan dimulai dengan melelehkan gula jawa, kemudian dicampur dengan kacang yang telah dikupas. Setelah itu, adonan diaduk dalam wajan hingga mengeras dan siap disajikan.
Variasi Baru: Gula Merah Jahe Hangat
Pada 10 Mei 2025, Sumini dan para penjual lain di Kecamatan Kota akan memperkenalkan varian baru: gula merah jahe hangat. Minuman ini dianggap sebagai alternatif yang cocok untuk musim dingin atau saat cuaca sedang tidak bersahabat. Gula merah dan jahe, dua bahan alami yang sering digunakan dalam masakan tradisional, menjadi kombinasi sempurna untuk memberikan rasa hangat sekaligus manfaat kesehatan.
“Jahe memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang baik untuk tubuh,” jelas Sumini. “Sementara gula merah memberikan rasa manis alami tanpa rasa pahit seperti gula putih.” Minuman ini dibuat dengan cara merebus jahe segar, kemudian mencampurnya dengan gula merah dan air. Untuk meningkatkan rasa, beberapa penjual juga menambahkan kayu manis atau madu.
Keunikan dan Keberlanjutan Tradisi
Meskipun banyak orang beralih ke jajanan modern, ampyang kacang dan gula merah jahe hangat tetap diminati oleh warga setempat. Menurut Sumini, permintaan terbesar datang saat musim liburan atau Lebaran. “Banyak orang dari Jakarta dan Jawa Barat yang mencari oleh-oleh khas Salatiga,” katanya. “Mereka senang dengan rasa yang khas dan tidak mudah rusak.”
Selain itu, ia juga berharap agar tradisi ini tetap bertahan. “Mungkin ke depan, kita bisa mengemasnya lebih menarik agar anak muda tertarik,” tambahnya. Dengan demikian, ampyang kacang dan gula merah jahe hangat tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga bisa menjadi bagian dari budaya makanan masa depan.
Tips Mengonsumsi Gula Merah Jahe Hangat
Untuk mengoptimalkan manfaat dari gula merah jahe hangat, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Pilih Jahe Segar: Gunakan jahe yang sudah tua dan kulitnya berwarna kecokelatan.
- Bakar Jahe: Bakar jahe sebelum direbus untuk mengeluarkan aroma dan rasa yang lebih hangat.
- Tambahkan Bahan Pelengkap: Gunakan gula merah atau madu untuk menambah rasa manis alami.
- Hindari Konsumsi Berlebihan: Meskipun bermanfaat, konsumsi gula merah jahe hangat secara berlebihan dapat mengganggu pencernaan.
