Pada acara penutupan pelatihan dasar (Latsar) CPNS dan orientasi PPPK Tahun 2025, Mas Dhito menekankan pentingnya kerja sama dan dedikasi dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia menyampaikan pesan singkat namun bermakna, “Bekerjalah dengan hati.” Pesan ini menjadi pedoman bagi para ASN baru, baik CPNS maupun PPPK, untuk menjalankan tugasnya secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Kalau sudah jadi ASN itu tidak boleh melanggar norma-norma yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan, yang kedua harus bekerja dengan hati dan pikiran,” ujar Mas Dhito, seperti dilansir dari laporan resmi Pemerintah Kabupaten Kediri.
Mas Dhito juga menyebutkan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial menjadi fokus utama pemerintah daerah. Di bidang pendidikan, ia meminta setiap guru untuk menjaga moral siswa dan mencegah bullying di sekolah. Sementara di sektor kesehatan, pemerintah fokus pada penanganan stunting dan peningkatan layanan kesehatan.
[IMAGE: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan sambutan dalam acara pengangkatan PPPK]
Selain itu, Mas Dhito menegaskan bahwa pemerintahan tidak bisa dicapai secara individu. Perlu adanya kolaborasi antar lembaga dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan daerah. Ia juga meminta agar para pegawai tidak memiliki pola pikir keliru bahwa gaji akan tetap diterima meski tidak bekerja secara maksimal.
“Itu bukan uang dari pemerintah, tetapi dari rakyat. Jadi harus ada timbal balik berupa pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dari total 3.211 penerima SK PPPK Paruh Waktu, sebanyak 1.585 orang merupakan tenaga guru, 1.497 tenaga teknis, dan sisanya tenaga kesehatan. Komposisi ini mencerminkan kebutuhan pelayanan dasar yang selama ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kediri.
Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kediri, Noor Rokhayati, menjelaskan bahwa semua PPPK Paruh Waktu akan mengikuti kegiatan orientasi pada 2026 mendatang. Tujuan orientasi tersebut adalah untuk memperkuat pemahaman tugas, fungsi, serta nilai-nilai ASN.
Ia juga menjelaskan bahwa pada 2025, Pemerintah Kabupaten Kediri telah melakukan pengangkatan PPPK dalam tiga gelombang. Dua gelombang pertama merupakan PPPK penuh waktu, sedangkan gelombang terakhir diperuntukkan bagi PPPK Paruh Waktu.
“Pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan program pemerintah menyelesaikan tenaga non ASN yang ada,” pungkasnya.
Mas Dhito juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung dalam acara tersebut lantaran tengah menjalankan ibadah haji. Ia berharap seluruh pegawai yang menerima SK—sebanyak 768 orang—dapat menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan pesan haru dan penuh makna dari Bupati Kediri, para pegawai baru diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan semangat untuk melayani masyarakat.
