KediriNews.com – Penemuan mortir yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II di Kediri, Jawa Timur, kembali menghebohkan masyarakat. Temuan tersebut terjadi pada 17 Desember 2025, dan menjadi perhatian besar dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan sejarawan.

Awalnya, temuan ini bermula saat warga setempat sedang melakukan kegiatan pertanian di wilayah desa tertentu. Saat sedang mencangkul tanah, salah satu warga menyadari adanya benda logam yang terkubur. Setelah diperiksa lebih lanjut, benda tersebut ternyata adalah sebuah mortir. Warga langsung melaporkan temuannya kepada pihak berwajib.

Mortir peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di Kediri

Menurut informasi yang dihimpun, mortir tersebut diduga berasal dari masa Perang Dunia II. Hal ini didasarkan pada bentuk dan struktur fisiknya yang mirip dengan senjata yang digunakan pada perang tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari lembaga teknis terkait tentang asal usul pasti dari mortir tersebut.

Tim Gegana Polda Jatim segera diterjunkan untuk mengevakuasi mortir tersebut. Petugas memastikan bahwa benda tersebut tidak dalam kondisi aktif, sehingga dapat dievakuasi secara aman. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mengangkat atau memainkan benda-benda yang diduga merupakan sisa-sisa perang.

Tim Gegana mengevakuasi mortir di Kediri

Dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat, petugas juga memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan diawasi oleh para ahli dinas militer dan kepolisian. Mortir tersebut kemudian dibawa ke tempat yang lebih aman untuk dipelajari lebih lanjut.

Sejumlah sejarawan lokal turut merespons penemuan ini. Mereka menilai bahwa temuan seperti ini sangat penting untuk dikaji lebih lanjut, karena bisa memberikan wawasan baru tentang sejarah perang di wilayah Jawa Timur. Beberapa dari mereka bahkan mengusulkan agar mortir tersebut disimpan di museum atau lokasi yang tepat sebagai bukti sejarah.

Selain itu, penemuan ini juga memicu diskusi tentang perlunya edukasi masyarakat mengenai risiko benda-benda bekas perang. Banyak orang masih tidak sadar akan bahaya yang tersembunyi di balik benda-benda yang tampak biasa. Dengan penemuan ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan tahu cara menangani situasi semacam ini.

Penemuan mortir di Kediri pada 17 Desember 2025 tidak hanya menjadi peristiwa lokal, tetapi juga menjadi bagian dari catatan sejarah yang perlu dipelajari dan diingat. Dengan kerja sama antara masyarakat, aparat keamanan, dan lembaga terkait, harapan besar dipegang bahwa penemuan ini akan membawa manfaat bagi pengetahuan dan keselamatan bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *