Pada pagi hari ini, Selasa (18/12/2025), Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri berhasil menangkap seorang terduga teroris di wilayah Kediri, Jawa Timur. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya informasi intelijen yang mengindikasikan aktivitas keterlibatan dalam jaringan terorisme.
Menurut sumber internal dari Densus 88, penangkapan tersebut merupakan hasil dari pengembangan operasi anti-terorisme yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Meskipun belum ada informasi rinci tentang identitas terduga teroris dan perannya dalam jaringan teror, pihak kepolisian memastikan bahwa tindakan ini dilakukan untuk mencegah potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
“Penangkapan ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan stabilitas keamanan negara,” ujar seorang pejabat Densus 88 kepada media. “Kami terus memantau dan menindak siapa pun yang mencoba melakukan aktivitas teroristik.”

Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga turut berkoordinasi dalam proses penangkapan. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota, AKP Cipto Dwi Leksana, menyatakan bahwa pihaknya akan membantu proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kami akan koordinasi dengan Densus 88 untuk memastikan semua prosedur hukum dilakukan secara benar dan transparan,” kata AKP Cipto.
Sebelumnya, Densus 88 telah melakukan sejumlah penangkapan terhadap terduga teroris di berbagai daerah, termasuk Banda Aceh, Toli-Toli, dan Bogor. Operasi ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap ancaman radikalisme dan aksi teror.

Meski tidak ada informasi resmi mengenai motif atau tujuan dari penangkapan di Kediri, pihak kepolisian tetap memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil adalah sesuai dengan prosedur hukum dan standar operasional yang berlaku. Penangkapan ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa pihak berwajib akan terus aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah tantangan ancaman teror.
Penangkapan terduga teroris di Kediri ini tentu saja mendapat perhatian dari masyarakat setempat dan kalangan media. Bagi masyarakat, penting untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas asal-usulnya.
Dengan penangkapan ini, Densus 88 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan Indonesia dari ancaman teror. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekitar agar aman dari tindakan-tindakan yang merugikan.





