Kediri, Jawa Timur – Sebuah operasi besar-besaran dilakukan oleh aparat kepolisian Resor Kediri dalam upaya menangkap sindikat pencurian kerbau yang telah meresahkan warga sejumlah daerah di wilayah ini. Operasi yang berlangsung pada 18 Desember 2025 berhasil mengamankan beberapa pelaku dengan berbagai modus operandi yang terbilang canggih dan terorganisir.
Operasi tersebut merupakan hasil dari pengintaian intensif yang dilakukan oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri selama beberapa bulan terakhir. Dalam penangkapan ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pencurian ternak yang terjadi di beberapa desa di Kediri dan sekitarnya.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kediri, AKP Cipto Dwi Leksana, menjelaskan bahwa sindikat ini tidak hanya melakukan aksinya di satu lokasi saja, melainkan menyebar ke berbagai daerah. “Mereka biasanya bekerja dalam kelompok kecil dan menggunakan kendaraan bermotor untuk memindahkan ternak hasil curian,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Kediri, Jumat (18/12/2025).

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa sindikat ini memiliki jaringan luas yang mencakup daerah seperti Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Kandangan, dan Kecamatan Mojo. Mereka dikenal sebagai residivis yang pernah terlibat dalam kasus pencurian ternak sebelumnya. “Beberapa dari mereka bahkan pernah masuk penjara karena tindakan serupa,” tambah AKP Cipto.
Menurut informasi yang dihimpun, para pelaku biasanya melakukan aksi pencurian pada malam hari. Mereka mengintai rumah-rumah peternak yang tidak terlalu ramai dan kemudian membawa kerbau dengan cara menyembunyikannya di balik mobil atau truk. Setelah itu, ternak tersebut dibawa ke tempat yang lebih aman sebelum dijual kembali.

Salah satu pelaku yang ditangkap adalah Suryadi (35), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadiluwih. Ia mengakui bahwa dirinya bersama dua rekannya telah melakukan pencurian kerbau sebanyak tiga kali dalam beberapa bulan terakhir. “Kami mencuri kerbau karena butuh uang. Kami juga sudah pernah tertangkap sebelumnya, tapi akhirnya kami kembali lagi,” katanya dengan raut wajah sedih.
Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan tiga ekor kerbau yang menjadi barang bukti. Kerbau-kerbau tersebut telah dikembalikan kepada pemiliknya setelah proses hukum selesai. Namun, pihak kepolisian masih mendalami jaringan yang lebih luas dari sindikat ini.
AKP Cipto menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan operasi patroli dan pengawasan di daerah-daerah yang rawan pencurian ternak. “Kami ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menghindari terulangnya kejadian serupa,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. “Jika melihat sesuatu yang tidak biasa, segera laporkan ke pihak kepolisian,” pesan AKP Cipto.
Penangkapan ini menjadi salah satu bentuk keberhasilan dari Operasi Sikat Semeru 2025 yang digelar oleh Polres Kediri. Dengan adanya operasi ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan dan meningkatkan rasa aman di kalangan masyarakat.





