Kota Kediri, yang terletak di Jawa Timur, kini menjadi perhatian besar dari para investor asing, termasuk dari Amerika Serikat. Angka realisasi investasi yang mencapai Rp1,54 triliun pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tidak hanya mengundang perhatian investor lokal, tetapi juga membuat Kediri menjadi incaran investor asing.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, membuka suara mengenai alasan mengapa Kediri menjadi target utama investasi asing. Dalam wawancaranya dengan media, ia menjelaskan bahwa keberadaan iklim pemerintahan yang kondusif serta berbagai keunggulan yang dimiliki Kota Kediri menjadi faktor utama yang menarik minat investor.
“Kita memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Selain itu, kita juga memiliki infrastruktur yang memadai dan pelayanan publik yang baik,” ujar Vinanda.
Menurut data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, sektor perdagangan dan reparasi menjadi salah satu sektor yang paling diminati oleh investor. Nilai investasi di sektor ini mencapai Rp526,6 miliar dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 10.040 orang. Sementara sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi juga memberikan kontribusi besar dengan nilai investasi sebesar Rp410,8 miliar dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 534 orang.
Vinanda menyatakan bahwa Pemkot Kediri telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif. Salah satunya adalah melalui pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang bertujuan untuk mempercepat pelayanan publik dan meningkatkan kepuasan pelaku usaha.
“Kepuasan pelaku usaha sangat penting karena akan berdampak langsung pada investasi. Kami berharap MPP dapat menjadi salah satu daya tarik bagi investor,” jelasnya.
[IMAGE: Kediri Investasi AS Wali Kota Vinanda]
Selain itu, Vinanda juga menekankan pentingnya menjaga good and clean government sebagai kunci utama dalam menarik investor. “Kami terus berupaya untuk memastikan bahwa pemerintahan di Kediri benar-benar bersih dan transparan,” katanya.
Pemkot Kediri juga telah menetapkan target realisasi investasi sebesar Rp1,41 triliun untuk tahun 2025. Vinanda berharap target tersebut dapat tercapai dan semakin meningkatkan jumlah investor yang datang ke Kediri.
“Kami yakin bahwa dengan komitmen kami dalam menjaga iklim investasi yang baik, Kediri akan terus berkembang dan menjadi tujuan utama bagi investor,” tambahnya.
Dengan visi dan strategi yang jelas, Vinanda Prameswati menunjukkan bahwa Kediri tidak hanya menjadi kota dengan potensi ekonomi yang besar, tetapi juga menjadi tempat yang ideal bagi para investor, termasuk dari Amerika Serikat. Dengan dukungan pemerintah yang proaktif dan lingkungan bisnis yang kondusif, Kediri siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.
