KediriNews.com – Kabar Buruk! Sejumlah Wilayah di Kediri Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Brantas

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi perhatian masyarakat setempat. Kejadian ini terjadi akibat luapan Sungai Brantas yang disebabkan oleh hujan deras di kawasan Gunung Wilis. Dampak banjir terasa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Banyakan dan Grogol, dengan ketinggian air mencapai rata-rata 50 cm.

Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Kediri, Bayu Adi Santoso, banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. “Hujan deras di puncak Gunung Wilis dimulai sejak pukul 14.00 WIB dan berdampak pada aliran sungai yang meningkat tajam,” ujarnya.

Wilayah-wilayah yang terdampak antara lain Desa Tiron, Banyakan, Maron, dan Jatirejo di Kecamatan Banyakan, serta Desa Cerme, Bakalan, Sonorejo, Sumberjo, Gambyok, dan Datengan di Kecamatan Grogol. Beberapa rumah warga terendam air, sehingga pemiliknya harus mengungsi sementara waktu.

“Di Desa Tiron, karena lokasinya dekat bantaran sungai, banyak rumah yang terendam air. Sedangkan di Desa Cerme, air masuk ke dalam rumah warga,” tambah Bayu.

Selain hujan deras, penyebab banjir juga terkait dengan tersumbatnya beberapa pintu air oleh sampah seperti bambu kering. Pihak BPBD sedang melakukan pembersihan secara manual dan akan bekerja sama dengan Dinas PUPR untuk penggunaan alat berat besok hari.

Pendataan terhadap jumlah warga yang terdampak masih dilakukan oleh BPBD. “Saat ini pendataan masih berlangsung, karena kondisi air belum sepenuhnya surut. Data pasti tentang jumlah keluarga yang terdampak belum bisa kami sampaikan,” jelas Bayu.

Banjir ini juga viral di media sosial, termasuk foto-foto rumah warga di Desa Tiron yang hanya terlihat bagian gentengnya saja. Di sepanjang jalan dekat Pasar Banyakan, beberapa kendaraan warga mogok karena kemasukan air.

BPBD Kabupaten Kediri terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari daerah rawan banjir. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menyumbat saluran air dan memicu banjir lagi.

Dengan adanya banjir ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya mitigasi bencana dan kebersihan lingkungan. Semoga situasi dapat segera pulih dan warga dapat kembali beraktivitas normal.

Pos terkait