Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Disperindag Kota Kediri Lakukan Sidak ke Agen dan Pangkalan
Kota Kediri, Jawa Timur, terus berupaya memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram (kg) tetap aman dan stabil menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Langkah ini dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Kediri. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan lancar serta mencegah potensi kelangkaan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Kepala Disperindag Kota Kediri, Moh. Ridwan, mengungkapkan bahwa sidak dilakukan di beberapa Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), seperti PT SAL dan PT LIG. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan elpiji dalam kondisi cukup dan tidak ada kendala dalam distribusi.
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok elpiji masih mencukupi dan distribusi berjalan lancar tanpa adanya keterlambatan,” ujar Ridwan saat memberikan keterangan usai sidak.
Ia menambahkan bahwa harga elpiji 3 kg di Kota Kediri masih stabil dan belum mengalami kenaikan. Permintaan masyarakat juga dinilai masih dalam batas wajar, meskipun pihaknya tetap melakukan pengawasan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun praktik penimbunan.
“Jika ditemukan adanya lonjakan permintaan atau indikasi gangguan distribusi, kami siap berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan pengecekan di lapangan guna mencegah praktik pelanggaran seperti penimbunan,” tuturnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Kediri, Anwar Hidayat, menjelaskan bahwa stok elpiji di SPBE terus dipantau secara berkala. Di SPBE PT SAL, saat ini terdapat sekitar 40 ton elpiji di tangki timbun, ditambah tambahan pasokan sekitar 15 ton, sehingga total stok mencapai sekitar 55 ton.
“Stok ini terus dijaga secara kontinu di setiap SPBE untuk memastikan distribusi tetap lancar,” jelas Anwar.
Menurut Anwar, konsumsi elpiji masyarakat biasanya meningkat selama bulan Ramadan. Di wilayah Kota Kediri dan sekitarnya, peningkatan konsumsi diperkirakan mencapai sekitar tujuh hingga sepuluh persen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah mengusulkan penambahan kuota fakultatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan potensi kelangkaan dapat dihindari.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. “Kami mengimbau masyarakat membeli LPG secukupnya dan tidak menimbun di rumah,” katanya.
Pemerintah Kota Kediri juga menegaskan bahwa harga elpiji 3 kg di Kota Kediri sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung. Masyarakat disarankan membeli elpiji di pangkalan resmi Pertamina agar mendapatkan harga sesuai aturan.
Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga elpiji 3 kg, Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina. Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa kebijakan distribusi elpiji berjalan efektif dan tepat sasaran.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat proaktif dalam menghadapi masalah kelangkaan elpiji 3 kg, terutama di masa-masa tertentu seperti Ramadan dan Lebaran. Dengan pendekatan yang terencana dan kolaborasi yang baik, diharapkan masyarakat dapat tetap mendapatkan akses yang mudah dan merata terhadap elpiji 3 kg.