Antisipasi Demem Berdarah: Puskesmas se-Kota Kediri Gencarkan Fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk
Musim hujan yang mulai memasuki titik puncaknya di Kota Kediri telah mengakibatkan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan Kota Kediri mencatat hingga bulan Januari 2024, terdapat 6 warga yang terjangkit DBD. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama 9 Puskesmas di seluruh wilayah kota.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah sosialisasi pencegahan DBD melalui kegiatan ledang atau siaran keliling. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik strategis seperti jalan Dhoho, jalan Panglima Sudirman, dan perempatan alun-alun. Ledang ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir, yang menekankan pentingnya 3M Plus dalam pencegahan DBD.
“Melalui ledang ini, kami berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan tindakan pencegahan secara mandiri,” ujar Fajri.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan kader Jumantik untuk memantau perkembangan jentik nyamuk di rumah-rumah warga. Upaya ini bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD.
Fajri juga menjelaskan bahwa fogging bukanlah metode pencegahan, namun merupakan upaya pengendalian ketika ditemukan kasus DBD. Fogging dilakukan di sekitar lokasi tempat tinggal pasien yang terinfeksi.
Selain fogging, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini termasuk rutin membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah-wadah air, serta mengubur barang bekas yang bisa menjadi tempat menampung air hujan.
“Kami berharap masyarakat dapat aktif terlibat dalam pencegahan DBD, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menekan angka penyebaran penyakit ini,” tambah Fajri.
Kegiatan ini juga didukung oleh para kader Jumantik yang berperan sebagai pelaku utama dalam pemantauan dan pencegahan. Ni’mah Rahmawati Nurislami, Koordinator Promosi Kesehatan dari Puskesmas Campurejo, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat baik.
“Saat kami melakukan ledang, banyak masyarakat yang tertarik dan bertanya tentang brosur yang kami sebarkan,” ujar Ni’mah.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan tindakan preventif terhadap DBD. Dinas Kesehatan Kota Kediri terus berkomitmen untuk memberikan informasi dan edukasi yang tepat agar masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari ancaman DBD.