Antisipasi Cuaca Ekstrem: BPBD Kota Kediri Siagakan Personel di Titik Rawan Pohon Tumbang

0
a3-1665298822337839747001.jpg

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini memicu berbagai risiko bencana alam, seperti hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang. Di Kota Kediri, Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan langkah antisipatif dengan menyiagakan personel di titik-titik rawan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang di beberapa wilayah. “Beberapa titik di antaranya Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Mauni, Jalan Nasional, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan GOR Jayabaya,” jelasnya.

Untuk menghadapi situasi ini, BPBD segera menerjunkan dua Unit Reaksi Cepat (URC) untuk melakukan asesmen dan evakuasi awal. Proses penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama unsur terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHKP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), PLN, Damkar Kota Kediri serta TNI/Polri untuk mempercepat evakuasi pohon dan perbaikan jaringan listrik.

“Seorang pengendara yang mengalami luka ringan akibat tertimpa pohon di Jalan Tirtosari telah kami evakuasi dan saat ini tengah mendapatkan perawatan medis di RS Gambiran,” tambah Joko.

Selain itu, pohon tumbang juga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah dan lalu lintas tersendat. Namun, kini aliran listrik di sebagian besar lokasi terdampak sudah menyala kembali dan arus lalu lintas telah normal. Mayoritas dahan dan pohon telah dievakuasi dari jalan raya, sementara pengangkutan sisa material akan dilanjutkan oleh dinas terkait.

Joko juga mengimbau warga agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap cuaca ekstrem dan menjauhi hal-hal yang bisa membahayakan seperti berteduh di bangunan yang rawan ambruk dan sebagainya. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah melakukan pemetaan wilayah potensi bencana hidrometeorologi. Beberapa wilayah yang berpotensi bencana berada di lereng Gunung Wilis, seperti Kecamatan Tarokan, Banyakan, dan Grogol yang cenderung berpotensi banjir, serta Kecamatan Mojo yang berpotensi terjadi longsor.

Demi meningkatkan kesiapsiagaan bencana, Pemerintah Kabupaten Kediri membentuk tim siaga bencana di desa-desa utamanya. “Kami sudah membentuk kurang lebih 80 tim siaga bencana di desa-desa,” ujar Stefanus Djoko Sukrisno, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih bagi yang tinggal di daerah bantaran sungai atau area perbukitan. Untuk memantau prakiraan cuaca, masyarakat dapat melihat langsung di akun Instagram BPBD Kabupaten Kediri, yang secara berkala memberikan informasi penting terkait prakiraan cuaca untuk wilayah Kabupaten Kediri.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, BPBD Kota Kediri berharap dapat mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem dan melindungi keselamatan masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *