Kabar duka datang dari Kota Kediri, Jawa Timur. Sebuah kebakaran hebat terjadi di Pasar Tradisional Kediri, yang menghanguskan puluhan kios dan menimbulkan kerugian besar bagi para pedagang. Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 8 Mei 2022, sekitar pukul 00.30 WIB. Api cepat merambat dan menyebabkan kerusakan parah pada bangunan pasar serta barang dagangan para pedagang.
Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang, Goly Karyanto, menjelaskan bahwa sebanyak 51 kios terbakar dalam peristiwa tersebut. Dampaknya, 32 pedagang mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah. “Setiap kios mengalami kerugian antara Rp100 juta hingga Rp250 juta,” ujarnya.
Pihak pemadam kebakaran menerima laporan kejadian ini sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung melakukan penanganan. Untuk memadamkan api, dikerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran. Enam unit berasal dari PMK Kabupaten Malang, tiga unit dari PMK Kota Malang, dan satu unit dari Perusahaan Gula Krebet. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB tanpa korban jiwa.
Menurut dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek yang memicu api. Namun, penyebab pasti masih dalam investigasi oleh pihak berwajib. “Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” kata Anang Yuwono, Kepala Operasional UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang.
Bantuan kepada para pedagang yang terdampak kebakaran segera diambil langkah oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Bupati Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, telah menyiapkan bantuan sosial melalui Bantuan Tak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Kediri. Target penyaluran bantuan ini direncanakan akan dilakukan akhir Juni mendatang.
“Kami ingin segera memberikan bantuan karena para pedagang sudah mulai berjualan di tempat relokasi,” ujar Mas Dhito. Ia menambahkan bahwa besarnya kerugian yang dialami oleh para pedagang mencapai ratusan juta bahkan beberapa di antaranya mencapai lima ratus juta rupiah.
Dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Kediri juga melakukan relokasi pedagang ke bekas Rumah Pemotongan Unggas (RPU) yang tidak jauh dari lokasi kebakaran. Pasar tersebut juga masuk dalam rencana revitalisasi yang akan dilakukan dalam dua tahun mendatang.
Saat ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri tengah memverifikasi ulang data pedagang penerima bantuan. Data ini menjadi acuan dalam menentukan besaran bantuan yang diberikan setiap pedagang. “Targetnya, akhir Juni kita akan merealisasikan bantuannya,” ujar Tutik Purwaningsih, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri.
Kebakaran ini menjadi duka bagi masyarakat Kediri, khususnya para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar tradisional. Meski begitu, upaya pemerintah dan masyarakat bersama-sama berusaha untuk memulihkan kondisi pasar dan memberikan dukungan kepada para pedagang yang terdampak.
