KediriNews.com – Geger Isu Harimau Masuk Pemukiman di Semen Kediri, Ternyata Hanya Kucing Hutan!

Kabar mengejutkan beredar di kalangan warga Kediri setelah muncul isu bahwa harimau masuk ke pemukiman warga di kawasan Semen Kediri. Masyarakat pun heboh dan mulai panik, mengira ada ancaman dari satwa liar yang langka. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang, ternyata bukan harimau yang ditemukan, melainkan kucing hutan.

Pada hari Selasa, 18 Desember 2025, seorang warga bernama Agiel Putri menemukan seekor anak kucing hutan di area persawahan dekat pemukiman. Ia langsung melaporkan penemuan tersebut kepada komunitas pecinta satwa Les-CAKRA. Dalam laporan resmi yang diterima oleh BKSDA Kediri, disebutkan bahwa kucing hutan Jawa atau dikenal juga dengan nama ilmiah Prionailurus bengalensis ini diperkirakan baru berusia tiga bulan.

Anak Kucing Hutan yang Ditemukan di Area Persawahan

“Diduga anak kucing hutan datang dari areal persawahan yang tak jauh dari situ,” kata Yuga, anggota Les-CAKRA, dalam pernyataannya. “Kami bersyukur saudara Agiel Putri yang menemukan kucing hutan Jawa yang sangat langka ini bersedia dengan sukarela menyerahkan satwa tersebut ke kami.”

Setelah dirawat sementara, CAKRA kemudian menyerahkan anak kucing hutan itu ke Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri. Menurut informasi dari BKSDA, kucing hutan Jawa termasuk dalam kategori langka dan dilindungi (Appendix II). Penyerahan anak kucing hutan ini merupakan yang keempat dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya ada penyerahan kucing hutan dewasa, bulus, dan beruk.

Anak Kucing Hutan yang Diserahkan ke BKSDA Kediri

Pelaksana harian Kepala Seksi Konservasi BKSDA Kediri, Daru Sudiro, menyambut baik penyerahan satwa langka ini. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pengendalian atau pelarangan kegiatan sirkus topeng monyet jalanan yang dinilai menyiksa satwa. Daru berjanji akan melakukan peninjauan ulang terhadap satwa-satwa dilindungi di Pendopo Tulungagung, termasuk dua ekor burung elang jenis brontok dan elang laut.

Penemuan kucing hutan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum terverifikasi. Sebagai salah satu spesies langka yang dilindungi, kucing hutan Jawa memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan penemuan ini, masyarakat diharapkan lebih memahami perlunya perlindungan terhadap satwa liar yang hidup di sekitar kita.

Dari segi konservasi, keberadaan kucing hutan Jawa di kawasan Semen Kediri menunjukkan bahwa ekosistem lokal masih cukup sehat dan mampu mendukung kehidupan satwa liar. Meski tidak sebesar harimau, kucing hutan Jawa memiliki keunikan tersendiri, seperti kemampuan berburu di air dan kebiasaan hidup di lahan basah serta hutan tropis dataran rendah.

Kepedulian masyarakat dan komunitas pecinta satwa seperti Les-CAKRA menjadi faktor penting dalam upaya konservasi. Dengan kerja sama antara masyarakat, komunitas, dan pihak berwenang, diharapkan keberadaan kucing hutan Jawa dapat terjaga dan berkembang secara alami di alam liar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *