Lead:
Pada hari Jumat, 18 Desember 2025, warga di sekitar hutan Kediri digemparkan oleh penemuan jejak kaki yang diduga berasal dari hewan buas. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan ketakutan di kalangan masyarakat, terutama karena lokasi penemuan berdekatan dengan pemukiman penduduk.
Body:
Penemuan jejak kaki tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setempat yang mengaku melihat bekas jejak di area hutan dekat permukiman. Jejak tersebut menunjukkan bentuk yang tidak biasa, mirip dengan cakaran atau tapak kaki besar yang diperkirakan berasal dari satwa liar seperti harimau atau macan tutul.
Sementara itu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) belum memberikan respons resmi terkait laporan tersebut. Hal ini membuat warga semakin khawatir, karena mereka merasa tidak aman untuk melakukan aktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari.
“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas sendirian, terutama di malam hari,” ujar Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) setempat, Rico, dalam pernyataannya. Ia juga menambahkan bahwa meski belum ada konfirmasi pasti apakah jejak tersebut benar-benar berasal dari harimau, warga tetap diminta untuk waspada dan melaporkan kejadian apa pun yang mencurigakan.
Background:
Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia, seperti di Kabupaten Way Kanan dan Kecamatan Sibolangit, Sumatera Utara. Di sana, warga juga mengeluhkan kehadiran satwa liar yang mendekati pemukiman. Meski demikian, para petugas BBKSDA masih kesulitan untuk menemukan keberadaan satwa tersebut secara langsung.
Di Kediri, kejadian ini memicu diskusi di media sosial dan grup WhatsApp warga. Banyak orang menyampaikan kekhawatiran mereka, sementara sebagian lainnya menganggap hal ini sebagai isu yang berlebihan. Namun, sejumlah ahli lingkungan mengingatkan bahwa kehadiran hewan buas di dekat pemukiman bisa menjadi tanda adanya perubahan ekosistem atau penggundulan hutan yang mengancam habitat alami satwa tersebut.

Closing:
Dengan situasi yang terus berkembang, masyarakat Kediri berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan ini. Mereka juga meminta agar informasi yang diberikan lebih jelas dan transparan, agar kekhawatiran dapat diminimalkan.
Sementara itu, para ahli lingkungan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak panik. “Jika ada tanda-tanda keberadaan satwa buas, laporkan ke pihak berwajib secepat mungkin,” kata salah satu ahli konservasi.
