KediriNews.com – Sebanyak ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia memadati Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris pada 15 Juni 2025. Kebiasaan ini tidak hanya menjadi tren rutin setiap tahun, tetapi juga menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap Kampung Inggris Pare sebagai pusat pendidikan bahasa yang khas dan unik.
“Saya sangat senang bisa belajar Bahasa Inggris di sini. Selain suasana yang menyenangkan, materi pembelajaran juga sangat menarik,” ujar Nadiyya Afifah, salah satu peserta kursus yang berasal dari Surabaya. Ia bersama teman-temannya dari MI Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) menghabiskan masa liburan sekolah dengan program intensif selama seminggu di Kampung Inggris Pare.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya mengikuti kelas teori, tetapi juga melakukan praktik langsung di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah “practice conversation” di Pasar Senja, yang terletak di Lapangan Tulungrejo. Pasar ini aktif mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, dan banyak pedagang yang fasih berbahasa Inggris. Hal ini memberi pengalaman nyata bagi siswa dalam berkomunikasi dengan masyarakat lokal.
“Saya tidak menyangka banyak penjual di sini bisa berbicara Bahasa Inggris. Ini membuat saya lebih percaya diri saat berbicara,” tambah Nadiyya. Sementara itu, Althaf Ehsan mengungkapkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan di Kampung Inggris Pare jauh dari bayangannya. “Awalnya saya mengira akan membosankan, tapi ternyata semua aktivitas dilakukan dengan cara yang menyenangkan, seperti permainan dan simulasi.”
Program Kursus yang Menarik Minat Pelajar

Program kursus di Kampung Inggris Pare mencakup berbagai bidang, termasuk “grammar for speaking”, “English in use”, dan “public speaking”. Selain itu, ada juga kegiatan luar kelas seperti petualangan di Candi Tegowangi dan permainan seperti “mini out bound”. Setiap hari, para pelajar juga diwajibkan bangun pukul 04.00 WIB, membersihkan kamar sendiri, serta mengikuti jadwal yang ketat.
Pihak sekolah, seperti MI MAS, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk memperkuat kemampuan Bahasa Inggris dan melatih soft skill seperti disiplin, kerja sama, serta empati. Guru Fajru Achmi Fauziah mengatakan, “Selama satu pekan, kami mengajarkan materi yang relevan dengan kurikulum sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman nyata di lingkungan asli.”
Pengembangan Kampung Inggris Pare

Kampung Inggris Pare tidak hanya menjadi tempat kursus, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat edukasi dan wisata. Dengan 173 lembaga kursus yang tersebar di sekitar area, Kampung Inggris Pare menawarkan berbagai program, baik secara luring maupun daring. Pemerintah Kabupaten Kediri pun mendukung pengembangan ini dengan meningkatkan infrastruktur dan fasilitas.
Menurut Ketua Forum Kampung Bahasa di Kampung Inggris Pare, Arsyad Naufal Ngadiono, jumlah pelajar yang datang meningkat pesat setiap tahun. “Sejak Desember 2024, kita sudah melihat lonjakan pengunjung. Banyak pelajar dari luar Jawa Timur juga ikut bergabung,” katanya.
Tips untuk Mendaftar Kursus di Kampung Inggris Pare
Bagi yang ingin mengikuti kursus di Kampung Inggris Pare, berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui:
- Jadwal Intake: Kampung Inggris Pare membuka pendaftaran dua kali setiap bulan, yaitu pada tanggal 10 dan 25.
- Check-in Asrama: Direkomendasikan check-in H-1 sebelum intakes, yaitu pada tanggal 9 atau 24.
- Orientasi & Placement Test: Dilaksanakan pada tanggal 10 atau 25, pukul 13.00–16.00 WIB.
- Mulai Kelas: Biasanya dimulai pada tanggal 11 atau 26, pukul 08.00 WIB.
- Program Kursus: Ada berbagai pilihan, seperti kursus speaking, IELTS, TOEFL, dan program master 6 bulan.
Kesimpulan
Kampung Inggris Pare tidak hanya menjadi destinasi pendidikan, tetapi juga menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris serta soft skill. Dengan berbagai program menarik dan lingkungan yang mendukung, tidak heran jika jumlah peserta kursus terus meningkat setiap tahun. Bagi yang ingin mengikuti, segera daftar dan manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi diri.



