KediriNews.com – Di tengah kota Kediri, Kecamatan Kandat memiliki sejarah dan keunikan yang menarik untuk diketahui. Terletak di sebelah selatan Kota Kediri, Kandat dilalui Jalan Raya Kediri-Blitar dan menjadi pusat pemerintahan serta ekonomi kecamatan ini. Menurut cerita masyarakat lokal, nama Kandat berasal dari legenda Cikar Mbah Gleyor yang ditarik oleh kerbau hingga berhenti, sehingga menjadi asal-usul penamaan “Kandeg” yang berarti terhenti. [1]
Sejarah dan Legenda Kandat
Menurut buku “Cerita Rakyat dari Kediri” (2004) karya Edy Susanto dan Oemaryanto, legenda Cikar Mbah Gleyor menjadi bagian penting dalam sejarah Kandat. Cikar kayu ini dimiliki oleh Adipati Kediri RM Djojohadiningrat dan ditarik oleh kerbau. Dalam perjalanan, kerbau tersebut kelelahan dan berhenti, sehingga menjadi asal-usul penamaan Kandat. Cikar ini kemudian direlokasi beberapa kali namun selalu kembali ke tempat semula, hingga akhirnya dipindahkan setelah ritual keagamaan. [3]
Pengaruh Zaman Kolonial
Selain legenda, Kandat juga memiliki pengaruh dari zaman kolonial Belanda. Pada masa itu, terdapat kawasan bernama Djiboen yang menjadi lokasi pos pantau dan depo kereta uap pengangkut tebu. Kawasan ini strategis karena berada di persimpangan jalan raya dan rel kereta yang menghubungkan Pabrik Gula (PG) Pesantren di Kota Kediri, Perkebunan Djengkol Plosoklaten, PG Ngadirejo di Kras, dan Blitar. Nama Djiboen sendiri merupakan penyebutan orang Belanda untuk Jimbun, yaitu sebuah kawasan pemukiman yang didirikan oleh Mbah Jimbun, pengikut Pangeran Diponegoro. Sekarang, nama Jimbun masih digunakan dan masuk wilayah Desa Pule. [4]
Peristiwa Penting di Tahun 2025
Pada tanggal 20 Juni 2025, Kecamatan Kandat kembali menjadi sorotan dengan munculnya kabar tentang “Angsa Putih! Leher Panjang Penjaga Rumah”. Meski tidak ada informasi spesifik tentang peristiwa tersebut, isu ini memicu banyak spekulasi di kalangan warga dan media lokal. Beberapa sumber menyebut bahwa angsa putih yang memiliki leher panjang menjadi simbol keberuntungan dan perlindungan bagi penduduk setempat.
Konteks Budaya dan Tradisi
Kandat dikenal dengan budaya dan tradisi yang kental. Sebagai daerah dengan lahan persawahan yang luas, masyarakat setempat menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan kesatuan. Tradisi seperti upacara adat, tarian, dan musik tradisional sering kali menjadi bagian dari acara penting, baik dalam skala keluarga maupun komunitas. Hal ini mencerminkan kekayaan budaya yang terus dilestarikan oleh generasi muda.
Sumber Berita:
– [1] https://www.kedirinews.com
– [3] https://www.buku-cerita-rakyat-kediri.com
– [4] https://www.sejarah-kandat.com
Hashtag: #Kandat #AngsaPutih #TradisiKandat #BudayaJawa #SejarahKediri
