KediriNews.com – Di tengah perayaan hari besar atau momen khusus, makanan tradisional sering menjadi pilihan untuk memberikan kejutan yang unik dan berkesan. Salah satu makanan yang sedang mencuri perhatian adalah Yangko Kacang, yang kini mulai dikenal di berbagai daerah, termasuk Kecamatan Mojoroto. Pada 10 September 2025, acara spesial akan digelar untuk memperkenalkan varian baru dari Yangko yang dibuat dengan bahan dasar tepung ketan dan isian kacang manis.
“Yangko Kacang ini merupakan pengembangan dari resep tradisional yang sudah ada sejak lama,” ujar Ibu Siti, salah satu produsen lokal di Mojoroto. “Kami ingin menawarkan rasa yang lebih manis dan kenyal, cocok untuk kalangan muda maupun tua.”
Berikut beberapa hal penting tentang Yangko Kacang:
- Bahan Dasar: Terbuat dari tepung ketan yang diproses secara tradisional, kemudian dibalur dengan tepung gula dan dilapisi potongan kacang.
- Rasa: Manis dan kenyal, dengan aroma kacang yang menggugah selera.
- Pengemasan: Dijual dalam kemasan kotak kecil, cocok sebagai oleh-oleh atau camilan harian.
- Harga: Mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per boks, tergantung ukuran dan varian rasa.
- Masa Simpan: Mampu bertahan hingga dua minggu jika disimpan dengan baik.

Sejarah dan Perkembangan
Yangko sendiri merupakan makanan khas Yogyakarta yang memiliki ciri khas tekstur kenyal dan rasa manis. Awalnya, Yangko hanya tersedia dalam bentuk kue kotak-kotak dengan isian kacang. Namun, seiring waktu, banyak produsen mulai mengembangkan varian rasa seperti stroberi, durian, dan melon. Di Kecamatan Mojoroto, para pengrajin lokal kini mencoba memadukan tradisi dengan inovasi, sehingga lahir Yangko Kacang yang kini menjadi sorotan.
Menurut catatan sejarah, Yangko pertama kali ditemukan di wilayah Kotagede, Yogyakarta. Namun, saat ini, produk ini semakin diminati di berbagai daerah, termasuk Mojoroto. Hal ini membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat untuk memproduksi dan menjual Yangko dengan cita rasa yang khas.
Acara Spesial pada 10 September 2025
Pada 10 September 2025, warga Mojoroto akan merayakan kehadiran Yangko Kacang dengan berbagai acara menarik. Acara ini akan diadakan di pusat kerajinan lokal, tempat para pengrajin menampilkan proses pembuatan Yangko secara langsung. Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba rasa baru dari Yangko dan membeli produk langsung dari tangan pengrajin.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Yangko tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari budaya kita,” tambah Ibu Siti. “Dengan acara ini, kami berharap masyarakat lebih mengenal dan menghargai produk lokal.”
Tips Memilih dan Menyimpan Yangko Kacang
Untuk mendapatkan hasil terbaik, berikut beberapa tips dalam memilih dan menyimpan Yangko Kacang:
- Pilih produk yang memiliki kemasan rapat dan tanggal kedaluwarsa jelas.
- Hindari menyimpan di area yang lembap atau terkena sinar matahari langsung.
- Untuk rasa yang optimal, konsumsi dalam waktu 2 minggu setelah pembelian.
- Jika ingin menyimpan lebih lama, simpan dalam kulkas dengan kemasan tertutup rapat.
Kesimpulan
Yangko Kacang adalah contoh bagaimana makanan tradisional dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan selera masyarakat. Dengan rasa yang manis dan kenyal, serta proses pembuatan yang sederhana, Yangko Kacang layak menjadi pilihan oleh-oleh atau camilan harian. Pada 10 September 2025, acara spesial di Kecamatan Mojoroto akan menjadi momen penting untuk memperkenalkan produk ini lebih luas lagi.





