WARUNG MAKAN BAYAR SEIKHLASNYA! Konsep Sedekah di Kecamatan Pare Diserbu Warga pada Jumat, 5 Desember 2025!

0
898807242.png

KediriNews.com – Pada Jumat, 5 Desember 2025, masyarakat Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, kembali memadati sebuah warung makan yang memiliki konsep unik: “makan sepuasnya, bayar seikhlasnya”. Warung ini tidak hanya menjadi tempat makan biasa, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan kesedekahan yang luar biasa. Konsep sedekah ini menarik perhatian banyak warga setempat, bahkan beberapa dari mereka datang dengan membawa uang atau tanpa membayar sama sekali.

“Warung ini sangat istimewa. Saya bisa makan sepuasnya tanpa khawatir akan harga,” kata Rudianto, salah satu pengunjung yang sering datang ke warung tersebut. Ia mengaku terbantu karena pendapatannya yang rendah, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara penuh.

Konsep ini bukanlah hal baru. Di berbagai daerah di Indonesia, warung makan dengan sistem seperti ini sudah mulai marak. Namun, di Kecamatan Pare, konsep sedekah ini semakin populer dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Pengelola warung makan ini, yaitu Ibu Jam’un Haidar, menjelaskan bahwa tujuan utama dari warung ini adalah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Tujuan kami adalah sedekah. Siapa pun boleh makan sepuasnya, baik itu dengan membayar atau tanpa membayar,” jelas Ibu Jam’un. Menurutnya, dana yang diperoleh dari pembayaran pelanggan akan digunakan kembali untuk membeli bahan-bahan makanan. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan antara 5 kg hingga 7 kg beras.

  1. Beragam Menu yang Tersedia
  2. Nasi campur
  3. Ayam goreng
  4. Telur dadar
  5. Tumis sayuran
  6. Lodeh
  7. Gorengan

  8. Waktu Operasional

  9. Buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

  10. Cara Pembayaran

  11. Pelanggan bisa memasukkan uang seikhlasnya ke dalam kotak amal yang tersedia.
  12. Beberapa pelanggan bahkan tidak membayar, tetapi tetap dilayani dengan baik.

  13. Target Pasar

  14. Pelanggan terdiri dari para tukang ojek online, anak kosan, anak sekolah, hingga kaum dhuafa.

  15. Dukungan Yayasan

  16. Dana untuk belanja bahan makanan berasal dari Yayasan Bariklana.
  17. Warung dipilih karena dinilai lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan.

Warga Memadati Warung Makan Bayar Seikhlasnya di Kecamatan Pare

Menurut informasi yang diperoleh, warung makan ini telah beroperasi selama empat bulan terakhir. Respons masyarakat terhadap konsep ini sangat positif. Bahkan, ada beberapa warga yang mengatakan bahwa mereka merasa lebih nyaman dan tenang saat makan di sini karena tidak merasa tertekan oleh biaya.

“Setiap hari saya sarapan di sini. Ini sangat membantu saya,” tambah Rudianto. Ia mengungkapkan bahwa ia sering makan tanpa membayar, tetapi pengelola tetap melayani dengan baik.

Kotak Amal di Warung Makan Bayar Seikhlasnya

Selain itu, Ibu Jam’un juga menyampaikan bahwa konsep ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Ia berharap, dengan adanya warung ini, masyarakat bisa saling membantu dan membangun komunitas yang lebih solid.

“Kami ingin masyarakat bisa merasakan kebaikan, bahkan jika hanya melalui makanan,” ujar Ibu Jam’un.

Konsep sedekah di warung makan ini juga menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk melakukan hal serupa. Banyak orang mulai sadar bahwa kebaikan bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti memberikan makanan gratis kepada sesama.

Dengan adanya warung makan bayar seikhlasnya di Kecamatan Pare, masyarakat tidak hanya mendapatkan makanan yang enak dan murah, tetapi juga mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang penting, seperti kebersamaan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

#WarungMakanBayarSeikhlasnya #SedekahDiKecamatanPare #KebaikanTanpaHarga #MakanSepuasnya #KebersamaanDiTengahMasyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *