Warga Kecamatan Tarokan Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak pada 2 Desember 2025, Ini Penjelasannya

KediriNews.com – Warga Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, mengambil langkah ekstrem dengan menanam pohon pisang di tengah jalan provinsi yang rusak parah. Aksi ini dilakukan pada 2 Desember 2025 sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga.

Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah warga setempat yang merasa kecewa dengan tidak adanya respons dari pihak berwenang. Menurut informasi yang dihimpun, jalan provinsi yang menjadi akses utama masyarakat kini nyaris tak layak digunakan. Lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang retak membuat aktivitas sehari-hari semakin sulit dan berisiko.

“Kami sudah cukup lama menunggu perbaikan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar salah satu warga, Andi (49), seperti dikutip dari Detik Bhayangkara.com. Ia menyebutkan bahwa penggalian jalan yang dilakukan beberapa waktu lalu justru memperparah kondisi jalan karena dilakukan secara bersamaan di dua sisi, sehingga mengurangi lebar jalan.

  1. Kondisi Jalan yang Membahayakan
  2. Jalan provinsi yang rusak parah sering kali menjadi tempat kecelakaan lalu lintas.
  3. Lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata membahayakan pengendara dan pejalan kaki.
  4. Saat musim hujan, jalan menjadi licin dan rawan tergelincir.

  5. Protes dengan Cara Unik

  6. Warga memilih cara unik untuk menyampaikan keluhan mereka, yaitu dengan menanam pohon pisang di tengah jalan.
  7. Aksi ini bukan sekadar lelucon, tetapi bentuk protes serius terhadap ketidakpedulian pemerintah.
  8. Beberapa warga lainnya juga ikut serta dalam aksi ini, termasuk tokoh agama dan pemuda.

  9. Respons Pemkab yang Dinilai Lamban

  10. Pemerintah daerah disebut tidak responsif terhadap keluhan warga.
  11. Dalam beberapa tahun terakhir, jalan provinsi ini tidak pernah mendapatkan perbaikan permanen.
  12. Bahkan, beberapa kali warga mencoba memperbaiki jalan secara swadaya, tetapi tidak ada dukungan dari pihak berwenang.

  13. Dampak pada Kehidupan Sehari-hari

  14. Jalan rusak berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
  15. Petani kesulitan mengangkut hasil panen, sedangkan pelajar dan pedagang mengalami kesulitan dalam beraktivitas.
  16. Risiko kecelakaan meningkat, terutama saat jam sibuk atau musim hujan.

  17. Harapan Warga untuk Perbaikan

  18. Warga berharap pemerintah segera merespons aksi mereka.
  19. Mereka meminta agar jalan provinsi ini segera diperbaiki, baik secara sementara maupun permanen.
  20. Ada juga harapan agar pemerintah lebih proaktif dalam menangani masalah infrastruktur di wilayah pinggiran.

“Kami tanam pohon pisang di tengah jalan sebagai wujud protes. Kami ingin pemerintah sadar bahwa kami juga punya hak untuk mendapatkan fasilitas yang layak,” kata Abdul Rohim, salah satu warga yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa aksi ini dilakukan karena kekecewaan yang telah bertahun-tahun menumpuk.

[IMAGE: Warga menanam pohon pisang di jalan provinsi rusak]

Pihak pemerintah daerah masih belum memberikan respons resmi terkait aksi warga. Namun, beberapa pejabat setempat mengakui bahwa jalan provinsi ini memang membutuhkan perbaikan segera. Sayangnya, anggaran yang tersedia terbatas, dan prioritas pembangunan sering kali dialihkan ke wilayah lain.

Dalam konteks yang lebih luas, aksi warga Kecamatan Tarokan ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur bagi kehidupan masyarakat. Jalan yang baik adalah fondasi dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Tanpa akses yang memadai, banyak aspek kehidupan akan terganggu.

#JalanRusak #ProtesWarga #Tarokan #Infrastruktur #PerbaikanJalan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *