Warga Kecamatan Kras Protes Jalan Rusak yang Ditumbuhi Padi pada 3 Desember 2025

KediriNews.com – Warga Kecamatan Kras, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kembali menggelar aksi protes pada 3 Desember 2025 terkait kondisi jalan raya yang rusak parah. Bahkan, jalan tersebut kini dianggap tidak layak digunakan karena banyak bagian yang berlubang dan tak diperbaiki selama bertahun-tahun. Tak hanya itu, warga juga menemukan tanaman padi tumbuh di atas permukaan jalan, yang menjadi simbol kekecewaan terhadap pemerintah setempat.

“Jalan ini sudah rusak sejak beberapa tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan serius,” ujar salah satu warga, Suryadi, saat diwawancara oleh wartawan KediriNews.com. “Kami memasang tulisan-tulisan protes agar pihak berwenang sadar bahwa masyarakat tidak bisa terus-menerus menghadapi kondisi jalan yang membahayakan.”

  1. Kondisi Jalan yang Membahayakan

    Jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Kras dengan wilayah lain telah mengalami kerusakan parah. Banyak bagian jalan berlubang dalam ukuran besar, sehingga membahayakan pengendara motor dan mobil. Menurut data dari Dinas Perhubungan Nganjuk, jalan ini adalah salah satu jalur utama yang digunakan oleh masyarakat untuk beraktivitas harian.

“Kami sudah beberapa kali melaporkan kerusakan jalan ini ke pihak dinas, tetapi sampai sekarang belum ada respons yang signifikan,” kata Suryadi. “Beberapa pengendara motor bahkan terjatuh akibat lubang-lubang tersebut.”

  1. Tindakan Protes yang Unik

    Aksi protes warga Kras tidak hanya dilakukan dengan cara biasa seperti menyampaikan keluhan atau memasang spanduk. Mereka juga melakukan tindakan yang lebih unik, yaitu menanam padi di atas jalan yang rusak. Hal ini menjadi simbol bahwa jalan yang seharusnya digunakan sebagai sarana transportasi kini justru dianggap tidak layak dan harus diganti dengan sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Kami ingin memberi pesan bahwa jalan ini tidak layak digunakan, jadi kami tanam padi di sana,” ujar salah satu pemuda setempat, Andi. “Ini bukan sekadar protes, tapi juga bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang tidak peduli dengan kebutuhan masyarakat.”

Warga Kecamatan Kras menanam padi di atas jalan rusak

  1. Penggunaan Media Sosial sebagai Alat Komunikasi

    Selain aksi langsung di jalan raya, warga Kras juga menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi tentang kondisi jalan yang rusak. Mereka membagikan foto-foto kerusakan jalan dan menulis komentar yang menunjukkan kekesalan mereka terhadap pemerintah setempat.

“Kami sering membagikan video dan foto jalan rusak di media sosial, tetapi hingga kini tidak ada respon dari pihak pemerintah,” kata Nur Yasin, salah satu warga yang aktif di media sosial. “Ini membuat kami semakin kecewa dan merasa dibiarkan begitu saja.”

  1. Dugaan Korupsi Anggaran Pembangunan

    Banyak warga Kras menduga bahwa kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh korupsi anggaran pembangunan. Menurut mereka, proyek pengaspalan jalan yang dilakukan dengan anggaran besar tidak berdampak positif bagi masyarakat.

“Anggarannya sangat besar, tapi hasilnya malah buruk,” ujar Suryadi. “Ini jelas menunjukkan adanya penyalahgunaan dana yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.”

Warga Kecamatan Kras memasang spanduk protes di jalan rusak

  1. Harapan untuk Perbaikan yang Lebih Cepat

    Meski kecewa, warga Kras tetap berharap pemerintah dapat segera memperbaiki jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah tidak lagi mengabaikan keluhan masyarakat dan lebih proaktif dalam menangani masalah infrastruktur.

“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan,” kata Andi. “Kami tidak meminta hal yang terlalu besar, hanya keadilan dan kesadaran dari pihak berwenang.”

#JalanRusak #ProtesWarga #KecamatanKras #Nganjuk #InfrastrukturRusak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *