Video Bullying Siswa SD Paksa Makan Kapur di Kecamatan Kota Viral pada 4 Desember 2025

KediriNews.com – Sebuah video yang menampilkan aksi bullying terhadap siswa SD viral di media sosial, khususnya pada 4 Desember 2025. Video tersebut menunjukkan seorang siswa diperintahkan untuk memakan kapur putih oleh teman-temannya, sebuah tindakan yang dianggap tidak manusiawi dan melanggar etika pendidikan. Insiden ini memicu kecaman luas dari masyarakat dan pihak berwenang.

Menurut sumber berita dari portal Detikcom, kejadian ini terjadi di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Kota, Jawa Timur. Dalam video tersebut, terlihat seorang anak laki-laki sedang duduk di depan kelas, kemudian diminta oleh teman-temannya untuk mengambil kapur dan memakannya. Aksi ini dilakukan secara berulang, dengan para pelaku tertawa dan menghina korban. Tidak ada intervensi dari guru atau staf sekolah selama kejadian tersebut.

“Kami mendapat laporan dari wali murid bahwa kejadian ini terjadi beberapa hari sebelum video viral. Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kepala Sekolah setempat, Andi Prasetyo, dalam pernyataan resmi.

Siswa SD Diperintahkan Makan Kapur oleh Teman

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini bermula saat sejumlah siswa mengadakan “permainan” di dalam kelas. Salah satu dari mereka memilih korban sebagai target, lalu memaksa korban untuk memakan kapur. Permainan ini disengaja dilakukan untuk membuat korban merasa malu dan tertekan.

Siswa lain yang hadir di lokasi kejadian hanya menyaksikan tanpa memberikan intervensi. Beberapa dari mereka bahkan ikut tertawa dan mengejek korban. Hal ini menunjukkan adanya sikap tidak peduli dari lingkungan sekitar, yang justru memperparah rasa trauma korban.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Ini bukan sekadar permainan, tapi tindakan yang bisa merusak psikologis anak-anak,” ujar salah satu guru yang enggan disebut namanya.

Respons dari Pihak Sekolah dan Orang Tua

Setelah video viral, pihak sekolah langsung melakukan investigasi internal. Mereka memanggil orang tua pelaku dan korban untuk didiskusikan. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi tentang tindakan yang akan diambil terhadap pelaku.

Orang tua korban mengaku kaget dan marah. Mereka menilai tindakan bullying ini sangat tidak manusiawi dan harus ditangani secara serius. “Anak saya masih kecil, tapi tindakan itu bisa membekas selamanya,” kata Ibu Rina, ibu dari korban.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Peristiwa ini memicu diskusi luas tentang pentingnya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Berbagai pihak, termasuk organisasi pendidikan dan lembaga perlindungan anak, menyarankan agar sekolah meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya empati dan penghormatan terhadap sesama.

“Kita harus mulai dari dasar, yaitu pendidikan karakter. Anak-anak perlu diajarkan bahwa bullying tidak boleh dibiarkan,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, psikolog pendidikan.

Selain itu, banyak pihak juga menyerukan adanya program edukasi anti-bullying yang rutin diadakan di sekolah-sekolah. Program ini dapat melibatkan partisipasi aktif siswa, guru, dan orang tua.

Kesimpulan

Insiden bullying yang melibatkan siswa SD di Kecamatan Kota menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Tindakan seperti memaksa siswa makan kapur adalah bentuk kekerasan yang tidak boleh dibiarkan. Pemerintah dan pihak sekolah perlu segera mengambil langkah-langkah preventif dan represif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Dengan kesadaran bersama, kita dapat menjaga masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik dan penuh kasih sayang.

BullyingSD #ViralBullying #PencegahanBullying #AnakSD #KesehatanMentalAnak

Pos terkait