KediriNews.com – Dalam perjalanan panjang yang penuh tekad dan kesabaran, seorang tukang becak asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, akhirnya mewujudkan impian untuk menunaikan ibadah haji setelah menabung selama 20 tahun. Nama lengkapnya adalah Sutrisno, yang kini menjadi salah satu jemaah haji yang akan berangkat pada 15 Mei 2025 dari Embarkasi Surabaya. Perjalanannya ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Sutrisno mengaku awalnya hanya berangan-angan bisa pergi haji. Namun, ia memilih untuk menjalani hidup dengan kerja keras dan ketekunan. “Saya mulai menabung dari hasil uang jualan sayur dan tukang becak. Setiap hari, saya menyisihkan sedikit demi sedikit,” katanya dalam wawancara dengan media lokal. Ia menjelaskan bahwa setiap bulan, ia menabung antara Rp5.000 hingga Rp10.000, tergantung hasil kerjanya. Selama dua dekade, tabungan itu terus bertambah hingga cukup untuk biaya haji.
Selain usaha sendiri, Sutrisno juga memanfaatkan bantuan dari keluarga dan tetangga. Meski demikian, ia tetap menjaga prinsip untuk tidak mengganggu kehidupan anak-anaknya. “Saya tidak ingin mereka merasa terbebani. Jadi, saya lebih memilih bekerja sendiri,” ujarnya. Dengan pendapatan yang tidak besar, ia tetap berkomitmen untuk memperbaiki kehidupan dan mencapai tujuan spiritualnya.
Perjuangan Menabung dan Tekad Tak Pernah Patah
-
Awal Mula Impian
Impian Sutrisno untuk pergi haji muncul saat ia masih muda. Ia sering mendengar cerita-cerita tentang perjalanan haji dari sesama warga dan tokoh agama. Namun, karena kondisi ekonomi yang sulit, ia hanya bisa melihatnya dari jauh. -
Menabung dengan Keras
Setiap hari, Sutrisno membawa becaknya ke pasar atau tempat-tempat umum untuk menarik penumpang. Dari hasil kerjanya, ia menyisihkan uang untuk tabungan. “Saya tak pernah membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Saya hanya fokus pada tujuan,” ujarnya. -
Pemenuhan Syarat Haji
Setelah tabungan cukup, Sutrisno mendaftar haji melalui Kementerian Agama. Ia mengikuti semua proses administratif dan memenuhi syarat yang diperlukan. Pada akhirnya, namanya masuk dalam daftar jemaah haji yang akan diberangkatkan pada 15 Mei 2025.
Dari Kecamatan Pare ke Tanah Suci
Sutrisno bukanlah satu-satunya tukang becak yang berhasil mewujudkan impiannya. Sebelumnya, ada banyak kisah serupa seperti Modung Siregar dari Sumatera Utara yang menabung selama 11 tahun, atau Ananto dari Boyolali yang menabung selama 20 tahun. Bahkan, Mbah Tono dari Ponorogo juga memiliki kisah serupa, dengan pengalaman menabung selama 26 tahun.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa keinginan untuk menunaikan ibadah haji bukanlah hal mustahil. Dengan kerja keras dan komitmen, siapa pun bisa mewujudkan impian tersebut. “Saya hanya ingin memberi contoh bahwa jika kita bersabar dan tekun, maka Tuhan akan membuka jalan,” ujar Sutrisno.
Harapan dan Doa untuk Keberangkatan
Sutrisno berharap keberangkatannya nanti bisa menjadi awal baru dalam hidupnya. Ia juga berdoa agar bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan hati yang damai. “Saya sangat berterima kasih kepada Allah dan keluarga yang telah mendukung saya,” katanya.

Dalam perjalanan menuju Tanah Suci, Sutrisno akan ditemani oleh jemaah haji lainnya dari berbagai latar belakang. Ia yakin bahwa perjalanan ini akan menjadi momen berharga dalam hidupnya. Dengan harapan dan doa, ia siap menghadapi tantangan dan menggapai impian yang selama ini ia idamkan.
Hashtag Terkait:



