KediriNews.com – Pada hari Minggu, 7 Desember 2025, Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho, Kecamatan Kota, Kediri, kembali menjadi pusat perhatian masyarakat. Namun, kali ini, acara tersebut tidak hanya dibanjiri oleh peserta lomba dan aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ajang para perempuan untuk menunjukkan gaya berpakaian mereka dengan nuansa warna-warni neon yang mencolok dan ceria. Tren “cewek kue” yang semakin populer di kalangan remaja dan dewasa kini hadir dalam bentuk outfit yang menghiasi jalanan Jalan Dhoho.
“Sebenarnya, tren ‘cewek kue’ ini bermula dari media sosial seperti TikTok, di mana banyak pengguna membagikan gaya pakaian yang dinamis dan penuh warna. Kini, tren ini mulai masuk ke acara-acara lokal seperti CFD, sehingga kita bisa melihat bagaimana fashion modern memengaruhi budaya lokal,” ujar seorang peserta CFD yang mengenakan outfit neon.
-
Gaya Berpakaian yang Mencolok
Pakaian dengan warna-warna neon seperti kuning, biru, merah, dan ungu menjadi pilihan utama para peserta CFD. Banyak dari mereka memadukan elemen-elemen seperti ruffles, pleated, dan aksen lengan balon untuk memberikan kesan yang lebih dramatis. Beberapa bahkan menggunakan aksesori seperti topi, ikat kepala, atau tas dengan desain yang serupa. -
Inspirasi dari Brand Lokal
Beberapa brand lokal seperti Cotton Ink, Novere, dan Miroir telah menjadi inspirasi bagi banyak perempuan dalam menciptakan gaya “cewek kue”. Contohnya, Cotton Ink menawarkan koleksi dengan warna pastel dan kombinasi yang menarik, sementara Novere dikenal dengan dress berwarna cerah yang cocok untuk acara santai maupun formal. -
Peran Media Sosial dalam Menyebarluaskan Tren
Media sosial seperti Instagram dan TikTok memainkan peran penting dalam menyebarkan tren “cewek kue”. Banyak pengguna membagikan foto dan video mereka saat mengenakan outfit neon, sehingga membantu meningkatkan popularitas tren ini. Bahkan, beberapa selebgram lokal turut memperkenalkan gaya ini kepada pengikutnya. -
Keterlibatan Komunitas Lokal
Selain para penggemar fashion, komunitas lokal juga turut serta dalam memeriahkan CFD. Banyak dari mereka memilih untuk bergabung dalam acara tersebut dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan tren yang sedang berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa tren “cewek kue” bukan hanya sekadar mode, tetapi juga ekspresi diri dan kebanggaan terhadap identitas lokal. -
Keberagaman dalam Gaya
Meskipun tren “cewek kue” cenderung menonjolkan warna-warna cerah, tidak semua peserta mengikuti gaya yang sama. Beberapa lebih memilih warna-warna netral dengan aksen neon, sementara yang lain memilih gaya yang lebih minimalis. Hal ini menunjukkan bahwa tren ini tidak bersifat wajib, tetapi bisa disesuaikan dengan preferensi individu.
Di tengah keramaian CFD, terlihat jelas bagaimana tren “cewek kue” telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya lokal. Dari anak-anak hingga dewasa, semua tampak antusias dalam mengekspresikan diri melalui pakaian yang penuh warna dan energi. Acara ini bukan hanya sekadar kegiatan olahraga atau hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan kepercayaan diri mereka.
Tren “cewek kue” di CFD Jalan Dhoho Kecamatan Kota tanggal 7 Desember 2025 adalah contoh nyata bagaimana mode dapat menjadi alat ekspresi dan identitas. Dengan kombinasi warna-warna cerah dan gaya yang dinamis, para peserta CFD berhasil menciptakan suasana yang hidup dan penuh semangat. Ini juga menunjukkan bahwa tren fashion tidak hanya terbatas pada lingkungan urban, tetapi juga bisa berkembang di daerah-daerah seperti Kediri.
Hashtag terkait:
