KediriNews.com – Sungai Brantas kembali meluap pada malam hari, 3 Desember 2025, yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah bantaran, terutama di Kecamatan Kota Siaga 1. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat, yang telah terbiasa dengan kondisi serupa setiap musim hujan.
“Kita sudah siaga sejak tadi malam, karena air datang dari arah selatan dan menyebabkan kali gunting ini meluap ke permukiman,” ujar Imam Tabroni, salah satu warga Desa Karobelah, saat dihubungi oleh media lokal. Ia menjelaskan bahwa tinggi banjir mencapai sepinggang orang dewasa atau sekitar 100 cm. Meski demikian, warga tetap berupaya mengantisipasi dengan memasang paralon di pintu rumah.
Dampak Banjir di Wilayah Bantaran
Banjir yang terjadi di Kecamatan Kota Siaga 1 tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga merusak fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. Dalam laporan resmi dari BPBD setempat, beberapa titik jalan utama mengalami kerusakan akibat terendam air. Hal ini membuat akses transportasi menjadi terhambat, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar desa.
Beberapa hal yang terdampak antara lain:
- Jalan Umum Rusak: Sejumlah jalur utama di desa-desa terdekat mengalami kerusakan, baik retak maupun tergerus air.
- Jembatan Tidak Layak Pakai: Beberapa jembatan sederhana yang menghubungkan antar desa rusak akibat tekanan air yang tinggi.
- Keterbatasan Akses: Warga kesulitan mengakses pusat pelayanan kesehatan dan pasar tradisional akibat jalan yang tertutup air.
Peringatan Dini dan Antisipasi Warga
BPBD Jombang telah memberikan peringatan dini kepada masyarakat terkait risiko banjir yang bisa terjadi kapan saja. Dalam rilisnya, mereka menyarankan warga untuk selalu waspada dan mempersiapkan perlengkapan darurat seperti alat penghalang air (paralon) dan barang penting yang mudah terkena air.
“Kami mengimbau warga untuk tetap menjaga kewaspadaan dan memperhatikan informasi dari instansi terkait,” ujar salah satu petugas BPBD setempat.
Warga juga diminta untuk tidak mengabaikan ancaman banjir susulan, terutama jika intensitas hujan masih tinggi. “Setelah banjir, biasanya jalan umum di desa itu rusak. Saya berharap, setelah adanya banjir yang menyebabkan jalan itu rusak untuk segera diperbaiki kembali,” tambah Imam Tabroni.
Sejarah Banjir di Daerah Ini
Daerah Kecamatan Kota Siaga 1 memang sering terkena dampak banjir, terutama saat musim hujan. Menurut catatan BPBD Jombang, sejak tahun 2020, wilayah ini sering dilanda banjir dengan intensitas yang bervariasi. Pada 2024, misalnya, banjir yang sama terjadi dan menyebabkan kerugian material serta gangguan aktivitas masyarakat.
Selain itu, banjir di daerah ini juga sering dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan aliran sungai yang tidak stabil. Kondisi ini memperkuat kebutuhan untuk meningkatkan sistem drainase dan penanganan bencana secara lebih efektif.
Langkah Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah setempat telah mengambil langkah-langkah untuk menangani situasi ini. Salah satunya adalah pemasangan paralon di titik-titik rawan banjir. Selain itu, warga juga diajarkan cara membuat paralon sendiri agar bisa digunakan sebagai alat penangkal air.
Di sisi lain, masyarakat juga aktif dalam upaya mitigasi bencana. Misalnya, para pemuda desa membantu membersihkan saluran air yang tersumbat, sementara ibu-ibu mengatur persediaan makanan darurat.
Kesimpulan dan Harapan
Banjir di Kecamatan Kota Siaga 1 merupakan bagian dari tantangan yang dihadapi masyarakat di daerah bantaran. Meskipun kondisi ini sudah cukup dikenal, namun dampaknya tetap dirasakan secara langsung oleh warga. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Harapan besar diarahkan pada penguatan infrastruktur, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kebijakan yang lebih proaktif dalam menghadapi risiko banjir. Dengan begitu, warga dapat lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
