KediriNews.com – Warga Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri kembali mengalami kekhawatiran terkait sumur yang bau bensin. Sejak awal Agustus 2023, air sumur warga mulai menunjukkan gejala pencemaran dengan aroma mirip bahan bakar minyak (BBM). Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat terutama saat hari raya atau perayaan tertentu yang sering kali melibatkan penggunaan api.
“Kami tidak ingin ada kecelakaan akibat api di sekitar sumur. Jadi, kami memilih untuk tidak menyalakan apinya sampai ada penjelasan resmi dari pihak berwajib,” ujar Sulastri, salah satu warga RT 2 RW 5, seperti dikutip dari detik.com.
Penyebab Sumur Bau Bensin
Berdasarkan laporan sementara, dugaan pencemaran air sumur ini diduga berasal dari kebocoran BBM yang terjadi di area sekitar. DLHKP dan Dinas Kesehatan Kota Kediri telah melakukan pengambilan sampel air dan analisis laboratorium. Namun, hingga kini belum ada hasil resmi yang menyatakan penyebab pasti dari pencemaran tersebut.
Beberapa kemungkinan penyebab yang muncul antara lain:
- Kebocoran pipa BBM: Terdapat dugaan adanya kebocoran pipa distribusi BBM yang berada dekat area permukiman.
- Limbah industri: Beberapa perusahaan di sekitar wilayah tersebut memiliki aktivitas yang bisa saja menghasilkan limbah yang mencemari air tanah.
- Penggunaan BBM secara ilegal: Ada kemungkinan adanya aktivitas pengisian BBM secara ilegal yang tidak terkontrol dan berdampak pada lingkungan sekitarnya.
Langkah yang Dilakukan Pemerintah
Pemerintah Kota Kediri bersama Polres Kediri telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi situasi ini. Mereka mengambil sampel air dari 14 sumur yang diduga tercemar. Selain itu, warga juga diberikan bantuan air melalui droping dari DLHKP dan PDAM Kota Kediri.
“Setiap pagi dan sore, instansi tersebut bergantian mengirimkan air untuk kebutuhan warga. Ada 10 tandon isi 400 liter dan 4 tandon berisi 200 liter,” jelas salah seorang warga.
Namun, bantuan air galon dari SPBU di sekitar lokasi sempat dihentikan tanpa keterangan. Hal ini memperparah kekhawatiran warga terhadap ketersediaan air bersih.
Peringatan untuk Penggunaan Api
Seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan risiko kebakaran, warga diimbau untuk tidak menyalakan api di sekitar area sumur bau bensin. Bahkan, beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka akan menghindari aktivitas yang berkaitan dengan api, termasuk dalam perayaan 10 Desember 2025.
“Kami takut jika api menyentuh air sumur yang bau bensin. Ini bisa berbahaya bagi keselamatan kita semua,” tambah Abdulloh Mubarok, Ketua RT 5 RW 2.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Selain risiko kebakaran, pencemaran air sumur juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Air yang tercemar dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk iritasi kulit, gangguan pencernaan, dan bahkan keracunan jika dikonsumsi.
Menurut ahli lingkungan, pencemaran air dari BBM bisa memengaruhi ekosistem lokal dan mengganggu kualitas hidup warga. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk segera menemukan sumber pencemaran dan memberikan solusi yang efektif.
Langkah Ke depan
Pertamina Patra Niaga, yang diduga menjadi sumber BBM, masih melakukan investigasi dan menunggu hasil uji lab dari tim ahli ITS. “Masih dilakukan pengecekan bersama dinas terkait. Kami sedang mencari sumber pencemaran,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.
Sementara itu, warga berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas dan transparan. Mereka juga meminta agar informasi terkini tentang kondisi air sumur diberikan secara berkala.
Kesimpulan
Sumur bau bensin di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah. Meski penyebabnya belum sepenuhnya diketahui, kekhawatiran terhadap risiko kebakaran dan dampak kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan demikian, warga diminta untuk tetap waspada dan menghindari penggunaan api di sekitar area sumur hingga ada penjelasan resmi.





