KediriNews.com – Pada 10 Desember 2025, masyarakat dan para ahli energi kembali dihebohkan oleh peristiwa tak biasa yang terjadi di Kecamatan Purwoasri. Sebuah sumur yang digali untuk mencari sumber air bersih justru mengeluarkan api dari dalam tanah. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi mengenai keberadaan sumber gas alam yang belum ditemukan sebelumnya.
“Kami tidak menyangka akan ada api keluar dari sumur yang kami gali. Ini sangat aneh,” ujar salah satu warga setempat, Budi, yang ikut serta dalam proses penggalian. “Kami hanya ingin mendapatkan air, tapi malah menemukan sesuatu yang luar biasa.”
Penggalian tersebut dilakukan oleh tim geologis lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setelah adanya indikasi aktivitas geothermal di wilayah tersebut. Namun, hasil yang ditemukan jauh lebih mengejutkan dari yang diperkirakan. Api yang keluar dari dalam tanah itu diduga berasal dari gas alam yang terperangkap di bawah permukaan bumi.
Menurut data dari Badan Geologi Nasional, wilayah Jawa Timur memiliki potensi besar dalam hal sumber daya energi terbarukan. Wilayah seperti Purwoasri dikenal sebagai daerah dengan aktivitas geothermal yang tinggi. Namun, keberadaan gas alam yang aktif seperti yang terjadi pada 10 Desember 2025 adalah fenomena yang langka dan memerlukan analisis lebih lanjut.
Potensi Sumber Gas Alam di Indonesia
Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup besar, terutama di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Jawa. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, produksi gas alam Indonesia diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa produksi gas alam pada 2025 akan mencapai 5.996 BBUTD dan diperkirakan meningkat menjadi 10.536 BBUTD pada 2034.
“Kita mempunyai gas yang cukup besar. 10 tahun ke depan produksi gas kita akan naik dua kali lipat dibandingkan dengan sekarang,” ujar Bahlil dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2025 Summit & Exhibition.
Namun, peningkatan produksi ini tidak selalu mudah. Berbagai tantangan seperti infrastruktur yang kurang memadai, regulasi yang rumit, dan keterbatasan teknologi masih menjadi hambatan utama. Meski demikian, inovasi seperti regasifikasi LNG dan pengembangan hidrogen menjadi solusi yang sedang dikembangkan.
Tantangan dan Solusi dalam Pengelolaan Gas Alam
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) juga aktif mencari alternatif sumber pasokan gas pipa baru, terutama di wilayah-wilayah strategis seperti Sumatera bagian tengah, Sumatera bagian selatan, Lampung, dan Jawa bagian barat. Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menjelaskan bahwa gas regasifikasi menjadi solusi alternatif yang efektif untuk memastikan pelanggan tetap mendapatkan pasokan energi yang dibutuhkan.
“Di tengah penurunan pasokan gas pipa dari sejumlah sumber utama, gas regasifikasi menjadi solusi alternatif yang efektif untuk memastikan pelanggan tetap mendapatkan pasokan energi yang dibutuhkan,” kata Fajriyah dalam keterangan resmi, Senin (6/1).
Sejak pertengahan 2024, PGN mulai memperkenalkan pasokan gas regasifikasi LNG dengan 100% penyaluran kepada pelanggan atas 3 cargo alokasi LNG domestik dari Pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen PGN dalam menjaga ketersediaan pasokan gas bumi di tengah meningkatnya permintaan.
Prospek Keberlanjutan Energi Nasional
Peristiwa gali sumur keluar api di Kecamatan Purwoasri pada 10 Desember 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya energi. Fenomena ini juga menjadi peringatan bahwa keberadaan sumber gas alam tidak selalu terlihat secara langsung, namun bisa muncul dalam bentuk yang tak terduga.
Pengembangan energi terbarukan seperti hidrogen dan penggunaan gas alam sebagai bahan bakar kendaraan menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan ketahanan energi. Dengan pendekatan yang lebih inovatif dan kolaboratif, Indonesia dapat memaksimalkan potensi sumber daya alamnya.


Hashtag: #SumberGasAlam #Purwoasri #EnergiNasional #RegasifikasiLNG #HidrogenIndonesia




