SOSOK PUTIH SELFIE! Pengalaman Ikut Foto di Kecamatan Ngasem pada 8 Desember 2025

KediriNews.com – Pada 8 Desember 2025, sebuah momen unik terjadi di Kecamatan Ngasem, Yogyakarta. Sosok yang dikenal dengan nama “Putih Selfie” menjadi pusat perhatian saat ia ikut berpartisipasi dalam sesi foto yang digelar oleh komunitas lokal. Acara ini bertujuan untuk mengabadikan keunikan budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Dalam sesi foto tersebut, Putih Selfie menunjukkan sikap santai dan ramah, membuat para peserta dan pengunjung merasa nyaman.

Dilansir dari laporan media lokal, acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk para pelajar, seniman, dan pengunjung dari luar daerah. Selain itu, beberapa tokoh masyarakat juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif yang diambil oleh komunitas Ngasem. Menurut salah satu panitia, acara ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan potensi wisata budaya yang ada di wilayah tersebut.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Ngasem bukan hanya tempat belanja, tetapi juga tempat yang penuh dengan nilai sejarah dan kebudayaan,” ujar salah satu anggota komunitas yang berinisiatif menggelar acara tersebut.

  1. Sejarah dan Keunikan Pasar Ngasem

    Pasar Ngasem memiliki sejarah panjang yang bermula pada abad ke-19, tepatnya tahun 1809. Lokasinya sangat strategis, berada di Kelurahan Patehan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta. Luas kawasan pasar ini mencapai 6.136 meter persegi, hanya 400 meter sebelah tenggara Keraton. Awalnya, Ngasem dikenal sebagai pasar burung terbesar di Jogja. Namun, pada 2010, pasar ini direvitalisasi dengan memindahkan pedagang burung ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias (PASTY) di Dongkelan, Bantul, agar dapat menjaga keberadaan pariwisata Tamansari.

  1. Peran Komunitas Lokal dalam Melestarikan Budaya

    Komunitas lokal di Kecamatan Ngasem telah aktif dalam melestarikan budaya dan tradisi setempat. Mereka sering mengadakan berbagai kegiatan seperti pameran seni, pertunjukan budaya, hingga acara fotografi. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya warisan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi seniman dan fotografer untuk berkarya.

Menurut salah satu pemilik usaha di pasar, acara seperti ini menjadi ajang promosi yang efektif. “Banyak pengunjung yang datang karena melihat foto-foto kami di media sosial. Ini membantu meningkatkan penjualan,” katanya.

  1. Kehadiran Sosok Putih Selfie dalam Acara Fotografi

    Sosok Putih Selfie menjadi sorotan utama dalam acara fotografi yang diadakan di Kecamatan Ngasem. Ia dikenal dengan gaya berfoto yang unik dan kreatif, sehingga banyak orang tertarik untuk bergabung dalam sesi foto bersamanya. Dalam wawancara singkat dengan media lokal, Putih Selfie menyampaikan rasa senang atas partisipasinya dalam acara tersebut.

“Saya merasa senang bisa berkontribusi dalam melestarikan budaya lokal. Semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujarnya.

Putih Selfie sedang berfoto di Kecamatan Ngasem

  1. Dampak Positif dari Acara Fotografi

    Acara fotografi yang diadakan di Kecamatan Ngasem memiliki dampak positif yang signifikan. Selain memperkenalkan potensi wisata budaya, acara ini juga memberikan peluang bagi para fotografer dan seniman untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Di samping itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat lokal dan pengunjung dari luar daerah.

Selain itu, acara ini juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya. “Kami berharap acara seperti ini bisa dilakukan secara rutin agar masyarakat lebih sadar akan nilai-nilai budaya yang ada di sekitar mereka,” tambah salah satu panitia.

  1. Masa Depan Wisata Budaya di Kecamatan Ngasem

    Dengan adanya inisiatif seperti acara fotografi ini, masa depan wisata budaya di Kecamatan Ngasem terlihat cerah. Para pemangku kepentingan berharap acara-acara serupa bisa terus digelar, baik oleh komunitas lokal maupun pemerintah setempat. Dengan demikian, potensi wisata budaya yang ada di Ngasem bisa lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas.

“Kami berharap Ngasem bisa menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan jajanan tradisional, tetapi juga keunikan budaya dan sejarah,” tutup salah satu tokoh masyarakat setempat.

PutihSelfie #NgasemYogyakarta #WisataBudaya #FotografiLokal #SejarahPasarNgasem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *