KediriNews.com – Sebuah foto yang menunjukkan seorang anggota dewan tertidur saat sidang berlangsung viral di media sosial pada 1 Desember 2025. Kejadian ini memicu kemarahan netizen di wilayah Ngasem, Kediri, yang merasa tidak dihargai oleh wakil rakyat mereka.
Kejadian tersebut terjadi dalam rapat paripurna DPRD Ngasem yang membahas evaluasi kebijakan daerah dan perubahan APBD tahun 2025. Dalam foto yang beredar, terlihat seorang anggota dewan dengan pakaian resmi sedang tertidur di kursinya, sementara para peserta sidang lainnya tampak sibuk dengan ponsel atau mengobrol. Peristiwa ini menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan netizen Ngasem yang merasa bahwa tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik.
Netizen Ngasem Kecam Aksi Anggota Dewan
“Ini bukan hanya aksi yang tidak sopan, tapi juga menunjukkan ketidakseriusan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” tulis salah satu netizen di akun Twitter @NgasemPemuda. “Jika saja anggota dewan seperti ini, bagaimana bisa mewakili aspirasi rakyat?”
Banyak netizen menyampaikan keluhan serupa, menilai bahwa kejadian ini mencerminkan kurangnya disiplin dan etos kerja dari anggota dewan. Mereka menegaskan bahwa para wakil rakyat harus lebih tanggap terhadap isu-isu penting yang dihadapi masyarakat.
Tantangan dalam Pengawasan Legislatif
Menurut pengamat politik lokal, kasus ini menunjukkan betapa sulitnya untuk mengawasi kinerja anggota dewan. “Sering kali, kita hanya melihat hasil kerja mereka di luar sidang, bukan di dalam ruang rapat,” ujar Dr. Rizal, seorang dosen ilmu politik di Universitas Negeri Kediri. “Ini jadi pertanyaan besar: apakah mereka benar-benar bekerja untuk rakyat, atau hanya sekadar hadir?”
Selain itu, banyak warga yang merasa bahwa tuntutan transparansi dan akuntabilitas dari lembaga legislatif masih belum sepenuhnya terpenuhi. “Kita butuh lebih banyak pengawasan dari masyarakat dan media agar anggota dewan tidak hanya menikmati fasilitas tanpa menjalankan tanggung jawabnya,” tambah Rizal.
Langkah yang Harus Diambil
Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, beberapa langkah perlu diambil. Pertama, peningkatan pengawasan internal dari partai politik dan lembaga ombudsman. Kedua, penguatan mekanisme sanksi bagi anggota dewan yang tidak menjalankan tugasnya secara profesional. Ketiga, peningkatan partisipasi masyarakat dalam memantau aktivitas dewan.
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran anggota dewan akan tanggung jawab mereka sebagai wakil rakyat. “Mereka harus sadar bahwa setiap keputusan yang mereka ambil akan berdampak langsung kepada masyarakat,” kata Rizal.
Kesimpulan
Peristiwa anggota dewan tertidur saat sidang adalah sebuah alarm bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pemerintahan. Ini menunjukkan bahwa ada masalah dalam disiplin dan komitmen dari para wakil rakyat. Untuk itu, diperlukan tindakan nyata dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, media, dan lembaga ombudsman, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Referensi:
– Kompastuntas.com
– Jurnalborneo.co.id





