SENIMAN LUKIS PASIR! Karya Unik yang Pukau Pengunjung Pameran di Kecamatan Pare pada 10 Desember 2025

KediriNews.com – Di tengah kota Kediri, sebuah pameran seni yang menarik perhatian publik digelar oleh seorang seniman lukis pasir yang menghadirkan karya-karya unik dan menarik. Acara ini berlangsung di Kecamatan Pare pada 10 Desember 2025, dengan peserta utama adalah Muhammad Syaifuddin, seorang seniman asal Jepara yang dikenal dengan keahliannya dalam menciptakan lukisan pasir.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang pameran karya seni, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan seni lukis pasir kepada masyarakat luas. Dengan menggunakan bahan alami seperti pasir putih dan hitam, Syaifuddin mampu menciptakan karya yang menggambarkan tokoh-tokoh penting, seperti Sunan Kalijaga dan hewan-hewan yang hidup dalam bentuk tiga dimensi.

“Seni ini bukan sekadar hobi, tapi merupakan cara saya menyampaikan pesan-pesan spiritual dan budaya melalui media yang sederhana,” ujar Syaifuddin saat ditemui di lokasi pameran.

Sejarah dan Perkembangan Seni Lukis Pasir

Lukisan pasir yang dibuat oleh Syaifuddin memiliki akar sejarah yang panjang. Awalnya, ia tertarik pada seni setelah mengikuti kegiatan kesenian di sekolahnya. “Saya mulai belajar kaligrafi dan dari situ saya menemukan passion saya,” jelasnya.

Dari kaligrafi, Syaifuddin berkembang ke seni lukis pasir, yang kemudian menjadi bidang utamanya. Proses pembuatan karya ini membutuhkan ketekunan dan ketelitian. Ia menggunakan tusuk sate dan kuas untuk menggambar, serta sinar matahari sebagai alat pengering. “Setiap karya butuh waktu dan kesabaran. Kadang bisa selesai dalam sehari, tergantung kompleksitasnya,” tambahnya.

Proses Membuat Karya Lukis Pasir

  1. Pengumpulan Bahan: Syaifuddin mengumpulkan pasir dari lingkungan sekitar, baik pasir putih maupun hitam. Ia juga pernah menggunakan pewarna alami untuk memberikan warna tambahan.
  2. Penggambaran: Menggunakan tusuk sate atau kuas, ia membuat gambar di atas permukaan pasir. Proses ini memerlukan ketelitian dan keterampilan khusus.
  3. Pengeringan: Setelah gambar selesai, karya tersebut dibiarkan kering di bawah sinar matahari. Jika cuaca tidak mendukung, ia menggunakan hair dryer sebagai alternatif.
  4. Pembuatan Karya Tiga Dimensi: Untuk karya kaligrafi, ia menciptakan efek timbul dengan teknik khusus, sehingga karya terlihat lebih hidup dan menarik.

Peran Media Sosial dalam Pemasaran Karya

Selain melalui pameran, Syaifuddin juga memanfaatkan media sosial untuk memasarkan karyanya. “Media sosial membantu saya menjangkau banyak orang dan menerima pesanan dari berbagai daerah,” katanya.

Harga karya-karyanya bervariasi, tergantung pada ukuran dan kompleksitas. Misalnya, lukisan wajah seharga Rp200 ribu, sedangkan kaligrafi bisa mencapai Rp300 ribu. Meski demikian, ia selalu mempertimbangkan nilai spiritual dan emosional dari setiap karya yang dibuatnya.

Masa Depan Seni Lukis Pasir

Syaifuddin berharap seni lukis pasir dapat terus berkembang dan diterima oleh masyarakat luas. “Saya ingin menunjukkan bahwa seni tidak harus mahal atau rumit. Dari sesuatu yang sederhana, kita bisa menciptakan sesuatu yang indah dan bernilai,” ujarnya.

Dengan pameran di Kecamatan Pare, Syaifuddin telah membuktikan bahwa seni lukis pasir bisa menjadi salah satu bentuk ekspresi seni yang menarik dan bermakna. Karya-karyanya tidak hanya memukau pengunjung, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para seniman muda yang ingin mengeksplorasi medium baru dalam berkarya.

Kesimpulan

Seni lukis pasir yang dibuat oleh Muhammad Syaifuddin menunjukkan betapa kreativitas dan keahlian bisa muncul dari bahan-bahan yang biasa dianggap tidak berguna. Melalui pameran di Kecamatan Pare, ia berhasil menarik perhatian masyarakat dan membuka ruang baru bagi seni yang kini semakin diminati.

SenimanLukisPasir #PameranKecamatanPare #MuhammadSyaifuddin #SeniRupaIndonesia #LukisanPasirUnik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *