KediriNews.com – Operasi penertiban terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), dan manusia silver kembali digelar oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota pada 4 Desember 2025. Razia ini dilakukan di beberapa titik strategis di Kecamatan Kota, khususnya di sekitar persimpangan lampu merah yang sering menjadi tempat berkumpulnya para pengemis dan manusia silver. Dalam operasi tersebut, pihak Dinsos berhasil mengamankan sejumlah individu yang diduga merupakan manusia silver.
“Kami melakukan razia untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat. Manusia silver yang kami amankan adalah warga luar daerah yang tidak memiliki identitas jelas,” ujar Kepala Dinsos Kota, Trisnawati, dalam pernyataannya.
Operasi ini dilakukan secara masif dengan melibatkan aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri. Tujuan utama dari razia ini adalah untuk menertibkan para pengemis dan manusia silver yang sering kali mengganggu kelancaran lalu lintas serta memberikan kesan negatif terhadap citra kota.
- Razia Dilakukan Secara Masif
Operasi penertiban ini dilakukan secara besar-besaran dengan pendekatan yang humanis. Petugas bergerak di beberapa lokasi yang sering dikunjungi oleh manusia silver dan pengemis, seperti persimpangan lampu merah dan area pusat kota. Razia ini bertujuan untuk menangani isu sosial yang semakin marak belakangan ini.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengemis dan manusia silver. Hal ini akan membuat mereka terus kembali ke jalanan,” tambah Trisnawati.
- Manusia Silver dan Pengemis Terjaring
Dari hasil operasi tersebut, Dinsos berhasil mengamankan sejumlah individu yang diduga merupakan manusia silver. Mereka ditemukan sedang meminta uang kepada pengendara di lampu merah. Selain itu, ada juga pengemis yang diamankan karena tidak memiliki identitas resmi.
“Mayoritas mereka berasal dari luar daerah. Kami melakukan pemulangan terhadap mereka yang bukan warga setempat,” ujar Trisnawati.
- Pemulangan dan Pembinaan
Setelah diamankan, para manusia silver dan pengemis yang terjaring akan menjalani proses pembinaan dan evaluasi. Pihak Dinsos menilai bahwa banyak dari mereka memiliki latar belakang yang kompleks, termasuk kecanduan narkoba dan kesulitan ekonomi.
“Beberapa dari mereka pernah di rehabilitasi dan kembali lagi ke jalanan. Kami terus berupaya untuk membantu mereka agar bisa kembali ke jalur yang benar,” kata Trisnawati.
- Peran Masyarakat dalam Penanganan
Untuk menekan jumlah manusia silver dan pengemis, peran masyarakat sangat penting. Dinsos mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada mereka, karena hal ini hanya akan memperparah kondisi sosial.
“Jika masyarakat tidak memberi uang, maka pengemis dan manusia silver tidak akan kembali ke jalanan. Ini adalah langkah awal yang penting,” ujar Trisnawati.
- Tindakan Lanjutan dari Pemerintah
Dinsos akan terus melakukan operasi penertiban secara berkala. Pemerintah kota juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertib. Selain itu, pihak Dinsos akan bekerja sama dengan instansi lain seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan pelatihan dan kesempatan kerja bagi para manusia silver dan pengemis.
“Kami akan terus berupaya untuk memberikan solusi jangka panjang. Dengan kolaborasi antar instansi, kami yakin masalah ini dapat diminimalisir,” tutup Trisnawati.
