KediriNews.com – Di tengah masyarakat, pengobatan alternatif Ida Dayak kini menjadi perhatian besar. Ida Andriani, yang dikenal sebagai Ida Dayak, melakukan ritual pengobatan dengan menari dan mengoleskan minyak ke tubuh pasien. Namun, belakangan ini beredar kabar hoaks tentang acara pengobatan Ida Dayak di GOR Kecamatan Kota pada 20 Mei 2025. Informasi tersebut telah diklarifikasi oleh pihak terkait, termasuk dinas dan aparat kepolisian.
Fenomena Pengobatan Alternatif Ida Dayak
Ida Dayak, perempuan asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dikenal dengan praktik pengobatan alternatif yang melibatkan ritual menari dan penggunaan minyak bintang. Penyakit-penyakit seperti stroke, patah tulang, dan kesulitan berbicara sering kali menjadi fokus pengobatannya. Ida tidak memungut biaya untuk layanan pengobatannya, hanya menjual minyak bintang sebagai alat pendukung.
Menurut sosiolog Universitas Indonesia, Ida Ruwaida, fenomena ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan alternatif pengobatan. “Pengobatan alternatif bukan sesuatu yang baru. Masyarakat selalu memiliki pilihan untuk berobat di luar medis,” ujarnya dalam wawancara dengan saluran YouTube Sapa Indonesia Pagi, Rabu 5 April 2023.
Alasan Masyarakat Antusias
Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat antusias dengan pengobatan Ida Dayak. Pertama, keterbatasan akses terhadap pengobatan modern, baik secara ekonomi maupun geografis. Kedua, keyakinan individu bahwa pengobatan alternatif bisa memberikan harapan baru bagi mereka yang sudah kecewa dengan pengobatan medis konvensional.
“Jika pengobatan Ida Dayak berhasil, maka masyarakat akan merasa puas meskipun ada biaya tambahan,” tambah Ida Ruwaida. Ini juga menjadi alasan mengapa banyak orang bersedia membayar meski pengobatan itu tidak sepenuhnya didokumentasikan secara ilmiah.
Hoax di GOR Kecamatan Kota
Baru-baru ini, informasi mengenai rencana pengobatan Ida Dayak di GOR Kecamatan Kota pada 20 Mei 2025 ramai beredar di media sosial. Namun, kabar tersebut dibantah oleh pihak berwenang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas, mengungkapkan bahwa tidak ada informasi resmi terkait acara tersebut.
“Tidak ada informasi kepada kami, tapi dulu juga pernah info akan mengadakan pengobatan di GOR Desa Celikah ternyata hoax,” katanya. Selain itu, kondisi GOR Biduk Kajang saat ini sedang rusak dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan apapun.
Klarifikasi dari Pihak Berwenang
Di Lhokseumawe, Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto melalui Kasi Humas Salman Alfarasi menyampaikan klarifikasi bahwa informasi pengobatan Ida Dayak di GOR ACC Cunda milik Unimal adalah hoaks. “Rektorat Unimal telah mengonfirmasi bahwa mereka tidak pernah memberikan izin terkait aktivitas tersebut,” jelas Salman.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial. “Pastikan setiap informasi diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menjadi korban penipuan,” lanjutnya.
Masyarakat Harus Bijak
Dalam situasi seperti ini, masyarakat diminta untuk tetap bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada pesan atau postingan yang tidak jelas sumbernya. Verifikasi informasi melalui sumber resmi atau instansi terkait sangat penting untuk mencegah penyebaran hoaks.
Selain itu, masyarakat juga harus sadar bahwa pengobatan alternatif, meskipun memiliki penggemar, tidak selalu aman atau efektif. Konsultasi dengan dokter dan ahli medis tetap menjadi prioritas utama.
Kesimpulan
Pengobatan alternatif Ida Dayak memang menarik perhatian masyarakat, namun perlu disadari bahwa tidak semua informasi yang beredar benar. Acara pengobatan di GOR Kecamatan Kota pada 20 Mei 2025 adalah hoaks. Masyarakat harus lebih waspada dan selalu memverifikasi informasi sebelum percaya dan tindak lanjuti.
