KediriNews.com – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngasem Barokah akan melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam pohon tabebuya di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini rencananya akan digelar pada 10 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan dan perlindungan sumber daya air.
“Kami ingin menjadikan Ngasem sebagai contoh wilayah yang peduli terhadap lingkungan. Penanaman pohon tabebuya tidak hanya untuk estetika, tetapi juga berdampak positif terhadap keseimbangan ekosistem,” ujar Syarif, pendamping lapangan dari LMDH Ngasem Barokah. Ia menambahkan bahwa pohon tabebuya dipilih karena kemampuannya dalam menyerap polutan dan memberikan naungan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pohon tabebuya menjadi pilihan utama dalam kegiatan penghijauan ini:
-
Menyerap Polutan dan Memperbaiki Kualitas Udara
Pohon tabebuya memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida dan partikel debu dari udara, sehingga membantu mengurangi polusi udara di kawasan perkotaan dan pedesaan. -
Meningkatkan Kelembapan Lingkungan
Daun yang lebar dan rimbun dari pohon tabebuya dapat meningkatkan kelembapan tanah, menjaga ketersediaan air secara alami, dan menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk. -
Mencegah Erosi Tanah
Akar pohon tabebuya yang kuat dapat membantu mencegah erosi tanah, terutama di daerah yang rawan longsor atau banjir. -
Menyediakan Habitat bagi Flora dan Fauna Lokal
Pohon ini juga menjadi tempat tinggal bagi burung, serangga penyerbuk, dan hewan kecil lainnya, sehingga mendukung keanekaragaman hayati di sekitar lokasi penanaman. -
Estetika dan Keindahan Lingkungan
Bunga tabebuya yang berwarna-warni, seperti pink, putih, dan kuning, memberikan nuansa keindahan yang memperkaya tampilan lingkungan sekitar.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan lingkungan. Dengan menanam pohon tabebuya, masyarakat diharapkan bisa lebih memahami peran tumbuhan dalam menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan kualitas hidup.
Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan penghijauan ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan ruang terbuka hijau di berbagai wilayah. Seperti yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, yang telah menanam ribuan pohon tabebuya di jalur pedestrian Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara.
Di Kecamatan Ngasem, kegiatan penghijauan ini juga akan diiringi dengan edukasi kepada masyarakat tentang cara merawat pohon tabebuya agar tumbuh optimal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kondisi Tanah: Pohon tabebuya dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, termasuk tanah liat, pasir, atau lempung, asalkan memiliki drainase baik.
- Penyiraman: Perlu dilakukan secara teratur, namun tidak berlebihan, agar akar tidak terlalu basah.
- Suhu: Tumbuhan ini mampu bertahan dalam suhu ekstrem, namun perlu perlindungan dari cuaca dingin ekstrem.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Ngasem dapat lebih aktif dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi terhadap pelestarian alam. Selain itu, penanaman pohon tabebuya juga akan menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan yang lebih hijau.
Kegiatan penghijauan SLG ini juga akan dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pemuda, dan pelajar setempat, yang akan berpartisipasi langsung dalam penanaman pohon. Hal ini diharapkan dapat memperkuat rasa tanggung jawab dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan.
Sebagai penutup, kegiatan ini tidak hanya sekadar menanam pohon, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi swadaya, diharapkan kegiatan penghijauan dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.





