KediriNews.com — Lomba baca puisi yang digelar oleh pelajar se-Kediri di Kecamatan Kota pada 5 Desember 2025 menjadi ajang menarik untuk menunjukkan bakat dan kreativitas generasi muda. Acara ini tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri, tetapi juga menjadi momen penting dalam memperkuat budaya literasi di tengah perkembangan zaman.
Dalam lomba ini, peserta terdiri dari siswa SD hingga SMA yang mengikuti berbagai kategori seperti membaca puisi, menulis cerita, dan pembacaan karya sastra. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan karyanya dengan penuh penghayatan dan ekspresi yang menarik. Seperti yang pernah dilakukan Azzahra Putri Anggraini, siswi SMP Negeri 4 Kota Tangerang, yang sukses memukau juri dengan puisi ciptaannya sendiri. “Hikayat Guru di Ujung Negeri” yang dibacanya mengangkat tema pengabdian dan dedikasi guru, menunjukkan bahwa potensi sastra para pelajar sangat besar.
-
Pengembangan Bakat Literasi
Lomba baca puisi ini menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dan lembaga pendidikan dalam memberdayakan minat dan bakat siswa di bidang seni dan sastra. Dengan adanya kompetisi semacam ini, pelajar diajak untuk lebih aktif dalam menulis dan membaca puisi, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan kreativitas mereka. -
Meningkatkan Kecintaan pada Budaya Lokal
Dalam lomba ini, banyak peserta yang menggunakan bahasa daerah atau mengangkat tema-tema lokal dalam karyanya. Hal ini mencerminkan kecintaan terhadap budaya dan tradisi setempat, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah globalisasi. -
Mendorong Kepribadian yang Positif
Selain meningkatkan keterampilan berbicara dan menulis, lomba ini juga berdampak positif pada kepribadian siswa. Mereka belajar untuk percaya diri, menghargai orang lain, serta menghormati proses penilaian secara objektif. Seperti yang disampaikan oleh Imam Wihdan Zarkasyi, anggota DPRD Kota Kediri, bahwa anak muda butuh panggung untuk berkarya dan berdakwah. -
Sinergi antara Pemerintah dan Sekolah
Penyelenggaraan lomba ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan sekolah-sekolah yang memfasilitasi peserta. Seperti dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 di Kota Kediri, yang melibatkan seluruh SD dan SMP baik negeri maupun swasta. FLS3N 2025 juga menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan para siswa terhadap seni budaya dan karakter generasi muda yang kreatif. -
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meski lomba ini memberikan banyak manfaat, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, kurangnya fasilitas penunjang seperti ruang baca dan buku-buku referensi. Namun, dengan adanya inisiatif seperti lomba baca puisi, diharapkan bisa menjadi awal yang baik dalam membangun lingkungan yang mendukung pengembangan literasi.
Kegiatan lomba baca puisi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat visi Kota Kediri yang agamis dan religius. Seperti yang pernah disampaikan oleh Kepala Bagian Kesra Kota Kediri Yono Heryadi, bahwa festival-festival seperti ini bertujuan untuk memperkuat syiar agama dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya.
Dalam rangkaian acara ini, peserta diberikan kesempatan untuk tampil di depan publik dan diberi masukan dari para juri yang profesional. Ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka. Seperti yang diungkapkan oleh Anis Fatikah, guru pembimbing Azzahra, bahwa karya-karya yang dihasilkan siswa tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga mengandung pesan moral yang mendalam.
Lomba baca puisi ini juga menjadi ajang persaingan sehat antar pelajar, di mana setiap peserta berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dengan demikian, acara ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif. Di samping itu, lomba ini juga menjadi wadah untuk mengenalkan karya-karya sastra yang bernilai tinggi kepada masyarakat luas.
Di akhir acara, para juara akan diberi penghargaan dan diharapkan dapat mewakili Kota Kediri dalam ajang lomba yang lebih tinggi. Seperti yang terjadi dalam FLS3N 2025, di mana para juara akan mewakili Kota Kediri di tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa lomba baca puisi bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih besar.
Dengan adanya lomba baca puisi ini, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berkembang dan berprestasi. Dengan begitu, generasi muda Kota Kediri akan memiliki fondasi yang kuat dalam dunia sastra dan seni, sekaligus menjadi bagian dari peradaban yang lebih maju dan beradab.
