Pasar Setono Betek Gempar! Uang Palsu Segepok Ditemukan di Lapak Sayur Kecamatan Kota pada 9 Desember 2025

KediriNews.com – Peristiwa mengejutkan terjadi di Pasar Setono Betek, Kecamatan Kota, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada 9 Desember 2025, sejumlah uang palsu ditemukan di lapak sayur yang berada di kawasan pasar tersebut. Kejadian ini memicu kegaduhan dan mengundang perhatian masyarakat setempat serta pihak berwajib.

Menurut sumber lokal, uang palsu yang ditemukan berupa lembaran uang kertas dengan nominal Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Meski jumlah pastinya belum diketahui secara rinci, laporan menyebutkan bahwa uang palsu tersebut ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak. “Banyak orang kaget karena tidak menyangka ada uang palsu di tempat seperti pasar tradisional,” kata salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Dalam sebuah kutipan dari warga setempat, “Saya merasa waspada setelah mendengar kabar ini. Tapi saya juga ingin tahu bagaimana bisa sampai terjadi. Apakah ada orang yang sengaja memasukkan uang palsu ke pasar?”

Penemuan Uang Palsu di Pasar Tradisional

Pasar Setono Betek, yang dikenal sebagai pusat perdagangan utama di wilayah Kediri, menjadi sorotan setelah adanya temuan uang palsu. Penemuan ini terjadi di lapak sayur, tempat transaksi uang tunai sering kali dilakukan. Penggunaan uang kertas dalam transaksi harian membuatnya rentan terhadap penipuan.

Pihak kepolisian setempat segera menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal uang palsu dan apakah ada pelaku yang terlibat. “Kami sedang memeriksa saksi-saksi dan mencari informasi lebih lanjut tentang kejadian ini,” ungkap Kepala Polsek Kecamatan Kota kepada wartawan.

Peredaran Uang Palsu di Wilayah Jawa Timur

Kejadian ini bukanlah pertama kalinya peredaran uang palsu terjadi di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan di beberapa daerah lain, termasuk di Kota Jambi dan Sulawesi Tengah. Dalam beberapa laporan, uang palsu sering kali digunakan oleh pelaku kejahatan untuk memperoleh keuntungan ilegal.

Di Kota Jambi, misalnya, seorang pria diduga menggunakan uang palsu untuk mengisi saldo dana di toko kelontong. Video rekaman CCTV menunjukkan bagaimana uang tersebut diperiksa oleh pemilik toko sebelum akhirnya dikembalikan. Sementara itu, di Sulawesi Tengah, Bank Indonesia mencatat sejumlah besar uang palsu yang ditemukan selama tahun 2018.

Langkah Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Untuk mencegah peredaran uang palsu, pemerintah dan lembaga terkait terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya adalah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga beras, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan uang tunai yang aman.

Selain itu, pihak kepolisian juga rutin melakukan sosialisasi tentang cara mengenali uang palsu. Hal ini penting karena semakin banyaknya modus penipuan yang menggunakan uang kertas palsu. Contohnya, modus isi dana yang digunakan untuk menipu pemilik toko kelontong.

Tantangan di Pasar Tradisional

Pasca-penemuan uang palsu di Pasar Setono Betek, banyak pedagang mulai merasa khawatir. Pasar tradisional sering kali menjadi target bagi pelaku kejahatan karena kurangnya sistem pengawasan yang ketat. Di sini, transaksi uang tunai masih dominan, sehingga risiko penipuan lebih tinggi.

Beberapa pedagang mengatakan mereka akan lebih hati-hati dalam menerima uang tunai. “Kami akan memeriksa uang dengan lebih teliti dan memastikan bahwa uang tersebut asli,” ujar salah satu pedagang.

Langkah Kolaboratif antara Pemerintah dan Masyarakat

Untuk mengatasi masalah ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap distribusi uang kertas, sementara masyarakat harus lebih waspada dan mengenal ciri-ciri uang palsu.

“Kita harus bersama-sama menjaga keamanan pasar dan mencegah penipuan. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tambah Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam salah satu kesempatan.

Kesimpulan

Peristiwa penemuan uang palsu di Pasar Setono Betek menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak berwajib. Masalah ini tidak hanya terjadi di satu tempat, tetapi merupakan tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. Dengan edukasi, pengawasan, dan kolaborasi, diharapkan peredaran uang palsu dapat diminimalisir dan masyarakat dapat merasa lebih aman dalam bertransaksi.

PasarSetonoBetek #UangPalsu #KotaKediri #KeamananPasar #PeredaranUangPalsu

Pos terkait