Pasar Grosir Ngronggo Modernisasi: Pedagang Tolak Relokasi di Kecamatan Kota pada 3 Desember 2025!

KediriNews.com – Seiring upaya pemerintah untuk modernisasi Pasar Grosir Ngronggo di Kecamatan Kota, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, sejumlah pedagang menggelar aksi penolakan terhadap rencana relokasi yang akan dilaksanakan pada 3 Desember 2025. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar tradisional yang sudah berjalan selama puluhan tahun.

“Kami memahami pentingnya modernisasi, tapi kami juga butuh waktu dan solusi yang realistis,” ujar Suryadi, salah satu pedagang buah di pasar tersebut. Ia menjelaskan bahwa banyak pedagang yang merasa ketergantungan berat pada lokasi saat ini karena akses dan kenyamanan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

  1. Latar Belakang Permasalahan
    Pasar Grosir Ngronggo adalah salah satu pusat perdagangan penting di Kota Kediri. Dengan berbagai jenis produk seperti buah-buahan, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya, pasar ini menjadi tempat pertemuan para pedagang dan konsumen. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang mulai mempertimbangkan revitalisasi untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan.

Menurut informasi yang diperoleh, relokasi pedagang akan dilakukan ke area baru yang disiapkan oleh pemerintah. Namun, hingga saat ini, masih ada ketidakjelasan mengenai lokasi pasti dan mekanisme pengadaannya. Hal ini memicu kekhawatiran dari kalangan pedagang, terutama mereka yang sudah lama berdagang di lokasi asli.

  1. Tuntutan Pedagang
    Aksi penolakan yang digelar oleh para pedagang tidak hanya sekadar protes, tetapi juga tuntutan agar pemerintah lebih memperhatikan kepentingan mereka. Mereka meminta adanya komunikasi yang transparan dan partisipasi aktif dalam proses perencanaan.

“Kami ingin dengar pendapat kami, bukan hanya diberi instruksi tanpa melibatkan kami,” tambah Suryadi. Ia menegaskan bahwa banyak pedagang yang khawatir akan hilangnya pelanggan jika harus pindah ke lokasi yang belum jelas kelayakannya.

  1. Proses Revitalisasi yang Dijalankan
    Meski ada penolakan, pemerintah setempat tetap berkomitmen untuk melakukan modernisasi pasar. Seperti yang diketahui, revitalisasi Pasar Kota Rembang (yang berada di wilayah Jawa Tengah) juga menggunakan anggaran APBD sebesar Rp355 juta untuk penataan lahan relokasi. Meski situasi di Kediri berbeda, prinsip dasarnya sama, yaitu peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Kediri, Muhammad Mahfudz, menjelaskan bahwa revitalisasi pasar akan dilakukan secara bertahap. Ia menekankan bahwa pihaknya tetap berupaya mencari solusi yang bisa memenuhi kebutuhan pedagang maupun masyarakat.

  1. Dampak yang Dikhawatirkan
    Selain masalah lokasi, para pedagang juga khawatir akan dampak ekonomi akibat relokasi. Banyak dari mereka yang mengandalkan kebiasaan masyarakat setempat dan daerah sekitar. Jika pasar dipindahkan ke lokasi yang kurang strategis, maka daya tarik pelanggan bisa berkurang drastis.

“Jika kami pindah, bisnis kami bisa saja mandek. Kami butuh waktu dan dukungan dari pemerintah,” ujar Rina, pedagang sayur-sayuran. Ia menyarankan agar pemerintah memberikan masa transisi yang cukup panjang sehingga para pedagang bisa beradaptasi.

  1. Harapan Masa Depan
    Meskipun ada ketegangan antara pedagang dan pemerintah, semangat untuk bersinergi tetap terjalin. Para pedagang berharap dapat bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses modernisasi. Mereka juga menyerukan agar pemerintah lebih proaktif dalam mengajak dialog dan memahami kebutuhan mereka.

“Kami siap mendukung modernisasi, asalkan tidak mengorbankan keberlanjutan usaha kami,” tutup Suryadi. Ia berharap pemerintah dapat menemukan titik temu yang baik sehingga semua pihak bisa saling mendukung dalam pembangunan ekonomi lokal.

PasarGrosirNgronggo #ModernisasiPasar #PedagangTolakRelokasi #KotaKediri #RevitalisasiEkonomi

Pos terkait