NISAN BELANDA! Makam Terbengkalai di Kecamatan Pare Viral pada 2 Desember 2025

KediriNews.com – Sebuah makam yang dikenal dengan sebutan “Nisan Belanda” kini viral di media sosial setelah diketahui berada di Kecamatan Pare, Jawa Timur. Keberadaannya yang terabaikan dan penuh misteri menarik perhatian netizen, termasuk para penggemar sejarah. Pemakaman ini tidak hanya menjadi saksi bisu masa lalu kolonial, tetapi juga mengundang pertanyaan tentang perlindungan warisan budaya yang semakin langka.

Makam tersebut ditemukan di area pemakaman umum yang sebelumnya tidak begitu dikenal. Di antara ratusan nisan warga lokal, terdapat lima nisan yang memiliki bentuk dan ukuran berbeda, serta bahan material yang lebih kuat. Nisan-nisan ini diduga berasal dari para pekerja atau penduduk asing yang tinggal di wilayah tersebut pada masa kolonial. Salah satu nisan yang masih terbaca jelas adalah milik Sersan Major J. Maelissja, seorang penginjil yang pernah tinggal di daerah ini.

“Dulu ada sekitar lima makam Belanda di sini. Tapi ada yang sudah hilang, marmernya diambil. Sekarang tinggal beberapa saja yang masih bisa dilihat,” ujar Siswo Sudarto (79), warga setempat yang telah tinggal di sana sejak kecil. Ia menyebutkan bahwa pengetahuan tentang makam ini disampaikan secara turun-temurun dalam keluarganya.

Nisan Belanda yang masih dapat dibaca jelas di Kecamatan Pare

Pemakaman ini juga memiliki nilai historis yang signifikan. Banyak ahli sejarah memandangnya sebagai jejak kehidupan orang-orang Eropa di Indonesia, khususnya pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Meski tidak banyak informasi yang tersedia, keberadaan nisan-nisan ini memberikan gambaran tentang interaksi antara masyarakat lokal dan pendatang asing.

Beberapa ahli sejarah mencatat bahwa kompleks pemakaman seperti ini sering kali menjadi tempat peristirahatan bagi para pejabat, pengusaha, atau bahkan tentara Belanda yang bertugas di daerah tertentu. Namun, karena kurangnya perawatan dan kesadaran masyarakat, banyak dari mereka yang kini hanya menjadi saksi bisu tanpa dikenali.

Pemandangan sekitar makam Belanda di Kecamatan Pare yang terbengkalai

Selain makam, area ini juga menyimpan bangunan lain yang merupakan sisa-sisa era kolonial. Misalnya, tugu besar yang dulunya memiliki lima tingkatan, kini hanya tersisa bagian bawahnya. Warga sekitar mengatakan bahwa bangunan itu pernah digunakan untuk keperluan administratif atau sebagai titik pengamatan.

Banyak orang mulai mempertanyakan perlindungan terhadap situs sejarah seperti ini. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak warisan budaya yang rusak akibat pembangunan atau tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab. Hal ini membuat masyarakat dan pemerintah setempat harus lebih proaktif dalam menjaga keberadaan tempat-tempat sejarah yang bernilai tinggi.

Sementara itu, kejadian viralnya makam Belanda di Kecamatan Pare menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan budaya. Dengan dukungan pihak terkait dan partisipasi aktif masyarakat, harapan besar dapat diwujudkan agar situs-situs sejarah seperti ini tidak lagi terabaikan.

Hashtag:

NisanBeland #SejarahBeland #MakamTerbengkalai #PareJawaTimur #WarisanBudaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *