KediriNews.com – Pada tanggal 10 Agustus 2025, masyarakat Kecamatan Pare akan merayakan tradisi kuliner khas dengan menyajikan Arem-arem nasi isi sayur pedas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada generasi muda dan wisatawan. “Arem-arem adalah bagian dari warisan leluhur yang harus kita jaga,” ujar Ibu Siti, salah satu pengrajin Arem-arem di Pare.
Arem-arem sendiri merupakan camilan tradisional yang terbuat dari beras yang dimasak dalam daun pisang, lalu diisi dengan campuran sayuran dan daging. Namun, pada acara kali ini, varian yang disajikan memiliki ciri khas tersendiri, yaitu menggunakan sayuran pedas sebagai isian utama. Hal ini memberikan sensasi rasa yang berbeda dibandingkan resep biasanya.
Berikut beberapa hal menarik yang bisa kamu temui saat menghadiri acara Arem-Arem Nasi Isi Sayur Pedas di Kecamatan Pare:
- Tradisi yang Terjaga: Masyarakat Pare masih mempertahankan cara pembuatan Arem-arem secara tradisional. Setiap keluarga memiliki resep khusus yang turun-temurun.
- Bahan-bahan seperti kentang, wortel, dan kacang hijau digunakan sebagai dasar isian.
-
Untuk memberikan rasa pedas, bawang merah dan cabai rawit ditambahkan secara proporsional.
-
Peran UMKM Lokal: Acara ini juga menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha kecil di Pare. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang menjual Arem-arem hasil buatannya sendiri.
- Beberapa di antaranya bahkan menawarkan variasi rasa, seperti Arem-arem dengan isi telur atau jamur.
-
Mereka juga menggunakan bahan-bahan organik yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
-
Pengalaman Budaya yang Menyenangkan: Selain menikmati Arem-arem, pengunjung bisa ikut serta dalam proses pembuatannya.
- Anak-anak diajak belajar membuat Arem-arem sambil mendengar cerita-cerita dari nenek moyang mereka.
-
Ada pula pertunjukan kesenian tradisional yang mengiringi acara ini, seperti tarian dan musik daerah.
-
Dukungan Pemerintah Daerah: Pemkab Nganjuk turut mendukung acara ini dengan memberikan fasilitas dan promosi.
- Dinas Pariwisata setempat telah mengumumkan bahwa kegiatan ini akan menjadi bagian dari agenda wisata budaya tahunan.
-
Diharapkan, acara ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kecamatan Pare.
-
Inovasi dalam Rasa: Meski berbasis tradisi, Arem-arem di Pare juga mengalami inovasi.
- Misalnya, penambahan saus cabai kacang atau sambal terong sebagai pelengkap.
- Teknik pengolahan juga mulai menggunakan alat modern agar lebih efisien tanpa mengurangi cita rasa khas.
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan pejabat daerah. Mereka menyampaikan apresiasi atas upaya masyarakat dalam melestarikan budaya lokal. “Kami sangat bangga melihat masyarakat Pare tetap menjaga tradisi sambil tetap adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Bupati Nganjuk, dalam sambutannya.

Sebagai informasi tambahan, Arem-arem nasi isi sayur pedas ini juga bisa dijadikan alternatif menu makan siang yang sehat dan bergizi. Berikut resep sederhana yang bisa dicoba di rumah:
Bahan-bahan:
– 1 kg beras
– 2 liter air
– Garam secukupnya
– Santan kental (opsional)
– 200 gram kentang, potong kecil
– 100 gram wortel, potong kecil
– 100 gram kacang hijau, rebus
– 50 gram bawang merah, iris
– 3 cabai rawit, iris
– Garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat:
1. Cuci bersih beras, lalu masak dengan air dan garam hingga matang.
2. Tumis bawang merah dan cabai rawit hingga harum.
3. Masukkan kentang, wortel, dan kacang hijau. Tambahkan sedikit air dan masak hingga empuk.
4. Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk sesuai selera.
5. Ambil daun pisang, letakkan adonan beras, lalu isi dengan campuran sayuran.
6. Gulung dan lipat rapi, lalu kukus selama 1 jam.

Acara Arem-Arem Nasi Isi Sayur Pedas di Kecamatan Pare pada 10 Agustus 2025 tidak hanya sekadar acara kuliner, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan masyarakat terhadap budaya dan tradisi. Dengan kombinasi rasa yang unik dan pengalaman yang menarik, acara ini layak menjadi destinasi wisata kuliner yang patut dikunjungi.



