KediriNews.com – Musim rambutan Binjai, yang dikenal dengan warna merah merona dan rasa manis segar, akan tiba di Kecamatan Kras pada 5 Juli 2025. Tahun ini, masyarakat dan para petani bersiap menghadapi momen istimewa ini setelah beberapa bulan menantikan kehadiran buah yang menjadi salah satu primadona di daerah tersebut. Rambutan Binjai, yang memiliki ciri khas daging buah yang tebal dan berair, menjadi daya tarik utama bagi konsumen lokal maupun luar daerah.
Sebagai salah satu buah musiman, rambutan Binjai biasanya mulai berbuah pada akhir tahun dan memuncak pada awal tahun berikutnya. Namun, tahun ini, prediksi musim panen terjadi lebih lambat dari biasanya. Menurut informasi dari sejumlah petani setempat, perubahan iklim dan curah hujan yang tidak stabil telah memengaruhi siklus pertumbuhan pohon rambutan. “Musim berbunga yang biasanya terjadi di bulan Juni, kali ini mundur hingga bulan Juli,” ujar Suryadi, seorang petani rambutan di Kecamatan Kras. “Bunga-bunga yang seharusnya muncul justru tertunda karena cuaca yang tidak menentu.”
-
Perubahan Iklim Mempengaruhi Siklus Berbuah
Perubahan iklim dan pola curah hujan yang tidak konsisten menjadi faktor utama penundaan musim rambutan Binjai di Kecamatan Kras. Biasanya, rambutan mulai berbuah ketika musim kemarau mulai berlangsung, tetapi tahun ini, hujan yang turun terus-menerus hingga bulan Agustus menghambat proses pembungaan. Hal ini menyebabkan banyak pohon rambutan yang belum menghasilkan buah dalam jumlah besar. -
Rencana Panen dan Distribusi
Meskipun musim panen tertunda, para petani tetap optimis bahwa rambutan Binjai akan hadir di pasaran pada 5 Juli 2025. “Kami sudah melakukan persiapan secara matang, termasuk pengendalian hama dan pemupukan rutin,” tambah Suryadi. Ia juga menjelaskan bahwa distribusi buah akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan kesegaran rambutan tetap terjaga. -
Manfaat Kesehatan Rambutan Binjai
Selain rasanya yang lezat, rambutan Binjai juga kaya akan nutrisi. Dalam sebuah studi yang dirilis oleh Jurnal Nutrisi Indonesia pada 2024, rambutan diketahui mengandung vitamin C tinggi, serat, zat besi, dan kalium yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjaga kesehatan jantung. “Konsumsi rambutan secara teratur bisa membantu mencegah anemia dan menjaga keseimbangan kadar gula darah,” kata dr. Lina Wijaya, ahli gizi dari Jakarta. -
Pengembangan Wisata Pertanian
Di samping sebagai buah segar, rambutan Binjai juga menjadi daya tarik wisata pertanian di Kecamatan Kras. Banyak pengunjung yang datang untuk mencicipi langsung buah segar dari pohonnya. “Kami sedang membangun program wisata petik buah yang akan dimulai pada musim panen nanti,” ujar Andi, pengelola salah satu perkebunan rambutan di daerah tersebut. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata daerah. -
Tantangan dan Harapan
Meski ada tantangan dalam menghadapi perubahan iklim, para petani tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas rambutan Binjai. “Kami percaya, meski musimnya mundur, rambutan Binjai tetap akan menjadi buah yang diminati dan bernilai ekonomi tinggi,” tutup Suryadi.
Dengan hadirnya musim rambutan Binjai pada 5 Juli 2025, masyarakat di Kecamatan Kras dan sekitarnya dapat menikmati buah segar yang tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Semoga musim ini membawa keberkahan bagi para petani dan penggemar rambutan.





