KediriNews.com – Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Candi Tegowangi, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada hari Minggu, 7 Desember 2025, sejumlah pengunjung mengaku kesurupan saat sedang mengambil foto di sekitar candi tersebut. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi dan munculnya pertanyaan tentang misteri yang tersembunyi di balik bangunan kuno yang sudah bertahun-tahun menjadi objek wisata sejarah.
Candi Tegowangi dikenal sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit yang berusia ratusan tahun. Lokasinya yang dekat dengan pusat kota membuatnya menjadi destinasi populer bagi para pecinta sejarah dan fotografer. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa di balik keindahan arsitektur dan relief-relief yang terukir, terdapat cerita-cerita mistis yang telah lama menjadi bagian dari legenda setempat.
“Kami sedang mengambil foto di depan candi, tiba-tiba salah satu teman saya jatuh dan mulai berkata-kata tidak jelas. Kami langsung panik dan membawanya ke tempat aman,” ujar Siti, salah satu pengunjung yang mengalami kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi sekitar pukul 13.00, ketika matahari mulai condong ke barat.
Sejarah dan Misteri Candi Tegowangi
Candi Tegowangi memiliki sejarah yang sangat dalam. Diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi, candi ini awalnya berfungsi sebagai tempat pendharmaan (memorial) bagi Bhre Matahun, seorang tokoh penting dalam kerajaan Majapahit. Dalam Kitab Pararaton dan Negarakertagama, disebutkan bahwa candi ini dibangun beberapa tahun setelah wafatnya Bhre Matahun pada tahun 1388 Masehi.
Secara arsitektural, Candi Tegowangi memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran relatif kecil—panjang dan lebar sekitar 11,2 meter—dan ketinggian yang tersisa saat ini sekitar beberapa meter. Di sekitar candi, terdapat relief-relief yang menceritakan kisah Sudamala, sebuah cerita tentang penyucian Dewi Durga oleh Sadewa, tokoh dari keluarga Pandawa. Relief ini terbagi dalam 14 panel yang tersebar di sisi utara, barat, dan selatan candi.
Namun, misteri sesungguhnya terletak pada simbol-simbol yang ada di candi ini. Salah satu simbol yang menimbulkan banyak pertanyaan adalah bentuk yang mirip dengan bintang Daud pada relief di dinding candi. Simbol ini sebenarnya adalah shatkona, sebuah lambang dari tradisi Siwa-Buddha yang menggambarkan penyatuan antara unsur maskulin dan feminin—antara Siwa dan Syaktinya.
Peristiwa Kesurupan yang Menghebohkan
Pada tanggal 7 Desember 2025, sejumlah pengunjung mengaku mengalami kejadian aneh saat berada di Candi Tegowangi. Menurut laporan dari warga setempat, kejadian ini terjadi ketika mereka sedang mengambil foto di area candi. Beberapa dari mereka tiba-tiba merasa lemas, mengalami kebingungan, dan bahkan ada yang mengaku melihat bayangan tak dikenal.
“Saya sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Tapi begitu kami berdiri di depan candi, tiba-tiba semua orang di sekitar saya mulai bergerak aneh. Ada yang tertawa tanpa alasan, ada yang menangis, dan ada yang seperti tidak sadarkan diri,” kata Rizki, seorang pengunjung lainnya.
Menurut informasi dari petugas keamanan setempat, kejadian ini tidak terlalu parah, tetapi cukup mengkhawatirkan. Mereka langsung menghubungi pihak medis untuk memastikan kondisi para pengunjung. Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini memicu berbagai spekulasi tentang kekuatan gaib yang masih tersembunyi di balik candi tersebut.
Pengelola Candi Tegowangi Beri Penjelasan
Sementara itu, pihak pengelola Candi Tegowangi memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Menurut Kepala Pengelola Wisata Candi Tegowangi, Budi Santoso, kejadian kesurupan yang dialami pengunjung bisa saja terjadi karena faktor psikologis atau lingkungan.
“Kami tidak bisa memastikan apakah ada kekuatan gaib di sini. Namun, kami tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. Kami juga mengimbau agar pengunjung tidak melakukan aktivitas yang tidak pantas di sekitar candi,” ujarnya.
Budi juga menambahkan bahwa Candi Tegowangi tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan layak dikunjungi. “Kami akan terus memperbaiki infrastruktur dan memastikan bahwa setiap pengunjung dapat menikmati pengalaman yang baik dan bermanfaat.”
Rekomendasi untuk Pengunjung
Bagi yang ingin mengunjungi Candi Tegowangi, berikut beberapa rekomendasi:
- Waktu Kunjungan: Terbaik dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 07.00–09.00 atau sore hari sebelum matahari terbenam.
- Persiapan: Bawa perlengkapan seperti air minum, perlindungan dari sinar matahari, dan peralatan fotografi.
- Etika: Jangan melakukan aktivitas yang tidak sopan atau merusak struktur candi.
- Keamanan: Jangan meninggalkan barang berharga di tempat umum dan selalu waspada terhadap lingkungan sekitar.
Hashtag:
MisteriCandiTegowangi #WisataSejarahKediri #LegendaCandi #CandiTegowangi2025 #WisataJawaTimur







