Masa depan Xabi Alonso masih belum aman, kekalahan dari Atletico Madrid di Piala Super Spanyol bisa berujung pemecatan

– Kemenangan telak atas Betis dan catatan empat kemenangan beruntun ternyata belum cukup untuk meredam keraguan di internal Real Madrid. 

Nama Xabi Alonso masih berada di bawah sorotan tajam manajemen, dan hasil buruk melawan Atletico Madrid di Piala Super Spanyol berpotensi menjadi pukulan telak bagi posisinya.

Pelatih asal San Sebastián itu dikabarkan masih belum sepenuhnya meyakinkan para petinggi klub sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Real Madrid saat ini. 

Bahkan, tersingkir di semifinal Piala Super disebut dapat sangat merusak posisinya, dengan opsi pemecatan yang sudah dipertimbangkan jika Los Blancos gagal melaju ke final.

Peringatan keras untuk Xabi Alonso

Melansir Defensa Central, laga semifinal Piala Super Spanyol bukan sekadar ujian bagi Real Madrid, melainkan juga pertaruhan langsung bagi Xabi Alonso.

Jika Real Madrid gagal mengalahkan Atletico Madrid, tekanan terhadap Alonso akan kembali memuncak. Bahkan hasil-hasil positif belakangan ini tidak lagi cukup untuk melindungi Alonso, yang bisa langsung kehilangan jabatannya jika timnya kalah.

Situasi ini bukan reaksi spontan atau keputusan emosional semata. Real Madrid disebut telah mengevaluasi masa depan Xabi Alonso selama beberapa pekan terakhir. 

Ia memang sempat diberi waktu tambahan dan kesempatan untuk membalikkan keadaan, tetapi belum pernah benar-benar meyakinkan baik manajemen maupun sebagian besar penggemar.

Ultimatum Piala Super

Posisi Alonso sempat sedikit membaik usai kemenangan besar atas Betis pada laga La Liga pertama di tahun 2026. Namun, kemenangan itu tidak serta-merta menghapus ultimatum yang telah ditetapkan klub. Piala Super Spanyol tetap menjadi tolok ukur utama.

Kesalahan fatal melawan Atletico Madrid bisa berujung pada pemecatannya, tergantung bagaimana hal itu terjadi. Jika Real Madrid tersingkir dengan perlawanan sengit, keputusan masih bisa diperdebatkan. Namun, bila mereka kalah telak dari pasukan Diego Simeone, nasib Alonso diyakini sudah ditentukan.

Florentino Pérez sendiri disebut mulai kehilangan kesabaran sejak kekalahan melawan Celta Vigo. Sejak saat itu, Alonso harus berjuang dari satu pertandingan ke pertandingan lain demi menyelamatkan posisinya. 

Jeda akhir tahun memberi sedikit ruang bernapas, yang kemudian dimanfaatkan dengan kemenangan atas Betis. Meski begitu, ujian sesungguhnya tetap ada di Piala Super Spanyol.

Keraguan terhadap proyek Alonso

Real Madrid kini dikabarkan tidak lagi ingin bersabar. Klub menginginkan gelar sebagai bukti nyata untuk mengembalikan kepercayaan terhadap proyek yang dipimpin Alonso. 

Hasil selain trofi akan kembali memunculkan keraguan, sementara kekalahan telak dari Atletico bisa berarti akhir langsung bagi masa jabatannya.

Xabi Alonso datang ke Real Madrid dengan reputasi besar setelah periode luar biasa bersama Bayer Leverkusen. 

Namun, hingga kini ia belum mampu sepenuhnya mereplika gaya permainan atraktif yang ia tampilkan di Jerman. Salah satu masalah utama yang disorot adalah kesulitannya mengelola ego di ruang ganti.

Perselisihannya dengan Vinicius disebut sebagai faktor kunci yang ikut memengaruhi performa tim. Selain itu, manajemen juga menilai kondisi fisik skuad tidak ideal dan menyalahkan staf pelatih atas kelelahan yang dialami para pemain.

Dengan semua faktor tersebut, laga melawan Atletico Madrid bukan hanya soal tiket ke final Piala Super Spanyol. 

Bagi Xabi Alonso, pertandingan ini bisa menjadi penentu apakah ia masih layak duduk di bangku cadangan Santiago Bernabéu atau justru harus angkat kaki lebih cepat dari yang direncanakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *