Persib jadi pemuncak klasemen setelah kalahkan Persija, Bojan Hodak: Laga ini seperti hidup dan mati

Ringkasan Berita:

  • Persib Bandung berhasil mengalahkan Persija Jakarta dan naik ke puncak klasemen sementara Super League Indonesia di akhir putaran pertama
  • Tim Maung Bandung berhasil menaklukkan tim yang berjuluk Macan Kemayoran dengan skor 1-0.
  • Kedua tim bertanding di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (11/1/2026) 

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

, BANDUNG-Persib Bandung berhasil mengalahkan Persija Jakarta dan naik ke puncak klasemen sementara Super League Indonesia di akhir putaran pertama.

Tim Maung Bandung berhasil menaklukkan tim yang berjuluk Macan Kemayoran dengan skor 1-0 saat bertanding di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (11/1/2026) melalui gol yang dicetak oleh Beckam Putra Nugraha.

Pertandingan sengit sarat akan gengsi ini diiringi koreo dari Bobotoh yang berada di tribun timur dan Utara Stadion GBLA, saat dimulainya laga.

Gambar dari koreo tersebut serempak mengusung tema juara, koreo di tribun timur bergambar tokoh utama dari anime one piece, Luffy yang membawa piala.

Terdapat lima gambar berbeda, empat gambar Luffy memegang piala liga dan satu gambar di layar kapal bergambar AFC Champions League Two.

Sedangkan koreo di tribun Utara, bergambar pelatih Persib yang berhasil mengantarkan juara dengan memegang piala. Mulai dari Idra Thohir yang memegang piala lengkap dengan tulisan Jakarta 1995.

 Lalu Djadjang Nurjaman yang bertuliskan Palembang 2015, dan Bojan Hodak Madura 2024, dan Bandung 2025.

Tak hanya itu para penonton yang berada di tribun timur mengibarkan pelastik berwarna putih dan biru.

Sedangkan di tribun timur mengibarkan plastik berwarna hitam dan putih. Sehingga koreo tersebut terlihat lebih menarik dengan perpaduan hal itu.

Suasana semakin meriah dengan chant-chant yang yang diberikan oleh Bobotoh, hingga menggema di stadion GBLA.

Tak hanya itu, spanduk-spanduk bertuliskan untuk memberi semangat kepada Persib pun dibentangkan. Bahkan masih tetap ada suport untuk Sumatra yang beberapa waktu Lalau terkena bencana.

Gemuruh sorak- sorai dari Bobotoh di stadion GBLA, sudah terjadi sebelum laga hingga akhir laga. Mereka terus bernyanyi sepanjang laga, tentunya membuat suasana atmosfer pertandingan semakin menarik.

Sejak awal laga Persib langsung menekan pertahanan Persija, serangan demi serangan terus dilancarkan, dan akhirnya Persib bisa mencetak gol cepat, saat pertandingan baru berjalan lima menit.

Gol tersebut berawal dari serangan cepat melalui Berguinho yang memberikan umpan ke depan mulut gawang, bola sempat didapatkan oleh pemain bertahan Persija, Thales Lira. Namun, Beckham berhasil merebutnya, dan ia mampu melepaskan tendangan dan bola bersarang di gawang yang dijaga Carlos Eduardo.

Persija yang tertinggal satu gol, kerap melakukan mencoba membongkar pertahanan Persib, tapi rapatnya barisan pertahanan Persib sulit ditembus.

Di menit 42, Persija hampir bisa menyamakan keadaan, untung Teja Bisa melakukan penyelamatan gemilang, ia menepis bola dan bola membentur tiang. Bola tersebut sempat didapatkan Eksel tapi, Teja kembali bisa menahan bola tersebut.

Di babak kedua lagi-lagi aksi dari pemain asal Gedebage ini menyulitkan tim Macan Kemayoran, hal itu terjadi di menit 53. Bukan dengan golnya, tapi aksinya membuat Bruno Tubarao kesal.

Setelah Beckham dan Tubarao berduel saat ia berusaha melakukan serangan, Beckham terjatuh, ketika masih terbaring tiba-tiba Tubarao menginjak kaki Beckham dengan sengaja.

Wasit asal asal Korea, Ko Hyungjin, yang melihat kejadian itu langsung mengeluarkan kartu merah kepada Tubarao. Sempat melihat VAR namun tetap Tubarao harus keluar lapangan terlebih dahulu.

Alhasil Persija kekurangan satu pemainnya, tentunya menjadi keuntungan bagi Persib. Tapi meski kekurangan pemain, Persija masih bisa melakukan tekanan kepada pertahananpersin. Sehingga kedua tim saling menyerang, dan duel-duel antar pemain tak terelakkan.

Bahkan beberapa kali terdapat ketegangan antar pemain dalam laga tersebut, saat itu kedua tim sempat mendapatkan peluang, tapi tak ada yang berbuah gol kembali.

Alhasil hingga akhir laga skor tetap 1-0, tim Maung Bandung berhasil menaklukan rivalnya dengan skor tipis.

Sorak-sorai dari Bobotoh yang meluapkan kegembiraannya, menggema di stadion GBLA, mengiringi berakhirnya laga klasik ini.

Dengan hasil ini Persib menutup putaran pertama dengan hasil manis menumbangkan tim rivalnya, dan menempati puncak klasemen sementara.

Hal tersebut lantaran kini Persib memiliki poin 38, dan Persija tetap memilki poin 35 sehingga kini berada di posisi ketiga klasemen sementara. Sedangkan Borneo FC yang semula berada di puncak klasemen, tergeser oleh Persib karena memiliki poin 38.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengaku, sudah mengatakan sebelumnya, jangan mengira akan ada banyak peluang karena ini seperti pertandingan final, tidak ada yang mau kalah.

“Saya rasa, pada akhirnya, mereka hanya memiliki satu tembakan kalau saya tidak salah. Kami juga tidak mempunyai banyak peluang, tapi kami bisa mencetak satu gol dan saya rasa mungkin kami bisa menghasilkan 1-2 lagi,” kata Bojan, setelah laga.

Tapi menurut Bojan, ini normal terjadi di pertandingan seperti ini dan ia merasa senang karena timnya menang, bagus juga untuk Beckham karena dia mencetak gol.

“Satu lagi, hari ini atmosfernya fantastis, tidak ada flare, selama 90 menit, mereka bernyanyi dan pada dasarnya itu seperti memberi energi tambahan. Jadi saya rasa Bobotoh hari ini bisa menjadi contoh di Indonesia,” ujar dia.

Bojan mengatakan, ia merasa setiap pertandingan melawan Persija itu seperti ini.

“Bagi orang-orang di Bandung, laga ini seolah hidup dan mati. Jadi saya rasa dalam setiap pertandingan di kandang kami menang, kami bermain lebih baik, jadi tidak masalah,” katanya.

Sebab memang khususnya bagi Bobotoh saat menghadapi Persija, bukan hanya bertaruh poin tapi juga gengsi dan harga diri.

“Bagi saya ini hanya satu pertandingan, tetapi bagi orang-orang di sini, lebih dari sekadar pertandingan, lebih dari sekadar hidup,” tuturnya.

Bojan Hodak memiliki tren positif saat menghadapi Persija, dengan kemenangan ini menjadi ketigakalinya menumbangkan Persija di kandang.

“Untuk ini (rekor kemenangan lawan Persija saat berlaga di kandang), saya merasa sangat-sangat beruntung. Tapi ini bagus,” ujar Bojan.

Saat disinggung jadi juara paruh musim dengan berhasil menumbangkan Persija, Bojan mengatakan, ini baru separuh musim dan ini baru akan berakhir pada bulan Mei, juara di separuh awal liga tidak terlalu penting.

“Tapi sekarang kami punya beberapa hari jeda dan saya sudah katakan kemarin, kami memiliki tujuh pertandingan lebih banyak dari tim lain di liga,” kata Bojan.

Bisa dilihat, menurut Bojan, tadi ada beberapa pemain Persib yang mengalami cedera otot ringan dan itu dialami ketika terlalu lelah.

“Sekarang kami punya waktu dua pekan untuk pemulihan, supaya bugar sepenuhnya lalu menatap putaran kedua,” ujar dia.

Sebab kata Bojan,  timnya juga masih akan bermain di AFC Champions League Two dan mempunyai pertandingan tambahan.

“Mungkin bisa dua, mungkin bisa empat (pertandingan tambahan),” ucapnya.

Sedangkan, Pelatih Persija Mauricio Souza, mengatakan baginya itu adalah pertandingan yang sangat lemah, baik secara teknis maupun taktis.

“Mereka yang menyukai sepak bola datang ke sini untuk menonton pertandingan hari ini. Mereka hampir tidak melihat permainan sepak bola sama sekali. Kedua tim tidak berhasil menciptakan banyak peluang,” kata Souza, setelah pertandingan.

Secara teknis, kata Souza, mereka (Persib) memiliki beberapa pemain bagus di lapangan, tetapi permainan itu sendiri juga memiliki tingkat teknik yang sangat rendah.

“Kita sudah tahu bahwa Bandung adalah tim yang memiliki pertahanan yang bagus.Namun mereka hanya mencoba bermain dengan serangan balik. Kami kalah karena dua kesalahan individu, tapi menurut saya, itulah analisis pertandingan. Ini komentar saya tentang pertandingan tersebut, hasilnya tidak seperti yang saya harapkan,” ujar dia.

Menurut Souza, atmosfer pertandingan, para penggemar datang ke sini dan menampilkan pertunjukan yang luar biasa.

“Kami tahu bahwa stadion di sini biasanya penuh, dan ini adalah pertandingan untuk memperebutkan posisi pertama di klasemen. Jadi kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat intens,” tuturnya.

Sekarang Souza mengaku,  juga akan berbicara tentang intensitas permainan di lapangan, ia ingin melihat permainan yang jauh lebih intens di Indonesia daripada yang sebenarnya terjadi.

“Tetapi agar hal itu terjadi, permainan tidak boleh terlalu sering berhenti, permainan terlalu sering berhenti. Setiap kali terjadi pelanggaran, wasit menghampiri para pemain, dan dia tetap di sana dan membuang banyak waktu untuk berbicara, berbicara, dan berbicara,” katanya.

Saat disinggung kartu merah yang didapatkan pemainnya, Souza mengatakan, mengenai kartu merah, itu sudah tepat.

“Saya hanya berpikir pemain Bandung seharusnya menerima kartu kuning untuk insiden itu, karena dia melakukan pelanggaran terang-terangan dari belakang terhadap pemain lawan,” ujar Souza.

Lalu, kata Souza, pemainnya, Bruno, bertingkah kekanak-kanakan.

“Dia memang pantas dikeluarkan dari lapangan. Tim kami sama sekali tidak agresif,” katanya.

Souza menjelaskan, perlu melihat statistik liga, dengan begitu bisa melihat apa arti agresi, timnya adalah tim yang paling sering dilanggar dalam kompetisi ini.

“Hari ini, tepat di awal pertandingan, kami mendapat 8 pelanggaran, dan tidak satu pun kartu kuning untuk tim Bandung, saya ulangi, pengusiran itu sudah tepat. Namun, penting untuk melindungi mereka yang ingin bermain sepak bola,” ujar dia.

Menurutnya, sebuah tim yang ingin menguasai bola, yang selalu dihentikan oleh pelanggaran, cepat atau lambat, setiap orang akan kehilangan kesabaran.

“Seperti yang saya katakan, sikap Bruno itu kekanak-kanakan. Dan dia pantas diusir. Tapi pemain Bandung itu tidak mendapat kartu kuning,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *