Manisan Kedondong Kriuk Asam Manis yang Membuat Warga Mojoroto Melek pada 5 Desember 2025

KediriNews.com – Pada 5 Desember 2025, warga Kecamatan Mojoroto di Kota Mojokerto kembali dihebohkan oleh kehadiran manisan kedondong kriuk asam manis yang menggugah selera. Rasa segar dan renyah dari buah kedondong yang diolah menjadi manisan membuat masyarakat setempat berbondong-bondong mencoba. “Rasanya luar biasa! Asam manisnya pas, dan teksturnya kriuk seperti permen,” ujar Ibu Siti, salah satu warga yang mencicipi manisan tersebut.

Manisan kedondong memang bukan hal baru bagi masyarakat Mojokerto. Namun, tahun ini, rasa dan cara pengolahan yang lebih inovatif membuat produk ini menjadi viral. Dalam beberapa hari terakhir, manisan ini menjadi sorotan utama di pasar tradisional dan toko oleh-oleh lokal. Banyak pengunjung yang menyebutkan bahwa rasanya tidak hanya enak, tetapi juga mengingatkan mereka akan kenangan masa kecil saat menikmati buah kedondong yang digoreng atau direbus.

Proses Pembuatan Manisan Kedondong

Proses Pembuatan Manisan Kedondong di Mojoroto

Proses pembuatan manisan kedondong membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Buah kedondong yang digunakan harus dalam kondisi segar dan muda agar hasil akhirnya renyah. Setelah dipilih, buah kemudian dicuci bersih dan dikupas. Selanjutnya, buah dibuang bijinya dan diiris tipis. Irisan buah ditempatkan dalam baskom besar untuk diaduk dengan campuran gula pasir, air, dan sedikit garam.

“Kami menggunakan bahan alami tanpa bahan pengawet. Gula yang digunakan adalah gula merah agar rasa manisnya lebih alami,” jelas Pak Amin, salah satu produsen manisan kedondong di Mojoroto. Menurutnya, proses pemasakan dilakukan dengan cara direbus hingga air menguap dan gula menyerap ke dalam buah. Setelah itu, buah dibiarkan mengering di bawah sinar matahari atau di dalam oven agar teksturnya lebih kriuk.

Keistimewaan Manisan Kedondong Mojoroto

Manisan kedondong Mojoroto memiliki ciri khas yang membedakannya dari manisan lainnya. Pertama, rasa asam manis yang seimbang. Buah kedondong yang digunakan memiliki tingkat keasaman alami yang tinggi, sehingga ketika dicampur dengan gula, rasa khasnya terasa sempurna. Kedua, tekstur yang kriuk. Proses pengeringan yang tepat membuat manisan ini tidak mudah lembek, bahkan setelah disimpan dalam waktu lama.

Selain itu, manisan ini juga bisa disesuaikan dengan selera. Beberapa produsen menambahkan irisan cabai merah untuk memberikan rasa pedas, sementara yang lain menambahkan rempah seperti kayu manis atau cengkeh untuk memberikan aroma yang lebih kaya. Hal ini membuat manisan kedondong tidak hanya cocok untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa yang ingin mencoba variasi rasa.

Dampak Ekonomi dan Budaya

Keberhasilan manisan kedondong Mojoroto tidak hanya berdampak pada wisata kuliner, tetapi juga pada perekonomian masyarakat setempat. Banyak warga yang mulai membuka usaha kecil-kecilan untuk memproduksi dan menjual manisan ini. “Dari manisan ini, saya bisa mendapatkan penghasilan tambahan setiap hari,” ujar Ibu Nura, seorang ibu rumah tangga yang ikut serta dalam produksi manisan kedondong.

Selain itu, manisan ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal. Buah kedondong yang awalnya hanya dikenal sebagai buah musiman kini menjadi bahan dasar yang bernilai ekonomi tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Mojoroto tidak hanya mengandalkan warisan sejarah, tetapi juga mengembangkan potensi alam dan budaya lokal menjadi sesuatu yang bernilai.

Tips Memilih dan Menyajikan Manisan Kedondong

Untuk mendapatkan manisan kedondong berkualitas, pastikan buah yang digunakan masih muda dan segar. Jangan memilih buah yang terlalu matang karena akan mudah hancur. Selain itu, perhatikan juga proses pengolahan. Manisan yang baik harus memiliki tekstur kriuk dan rasa yang seimbang antara asam dan manis.

Manisan ini bisa disajikan sebagai camilan langsung atau dicampur dengan minuman seperti teh hangat atau kopi. Untuk penggemar rasa pedas, tambahkan irisan cabai merah secukupnya. Namun, jika ingin rasa yang lebih alami, cukup nikmati manisan ini dalam kondisi aslinya.

Kesimpulan

Manisan kedondong kriuk asam manis yang hadir di Kecamatan Mojoroto pada 5 Desember 2025 tidak hanya menjadi bukti kreativitas masyarakat setempat, tetapi juga menunjukkan potensi ekonomi dan budaya yang bisa dikembangkan. Dengan rasa yang unik dan tekstur yang khas, manisan ini layak menjadi salah satu oleh-oleh khas Mojokerto yang wajib dicoba.

Warga Mojoroto Mencicipi Manisan Kedondong

ManisanKedondong #Mojoroto #Mojokerto #WisataKuliner #KulinerKhasIndonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *